Sabtu, 25 April 2026

Covid-19 Turun Drastis dalam Dua Bulan Terakhir

Berita Terkait

batampos.co.id – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengklaim angka kasus Covid-19 mengalami penurunan dalam kurun waktu 1-2 bulan terakhir.

Hal itu seiring dengan penurunan kasus aktif serta beban tempat tidur rumah sakit.

“Dalam 1-2 bulan terakhir mulai terjadi penurunan drastis dari sisi confirm case di Indonesia. Ini juga didukung adanya penurunan rata-rata kematian,” katanya saat rapat di Komisi IX DPR, Senin (15/3/2021).

Menurut Menkes Budi angka itu juga konsisten dengan angka di dunia di mana terlihat penurunan kasus.

Menurutnya ini adalah strategi penanganan pandemi yang disampaikan di mana sudah dilakukannya 3 strategi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pertama adalah penguatan sistem kesehatan publik termasuk di dalamnya protokol kesehatan perubahan prilaku, serta sistem data dan informasi.

Kedua deteksi 3T yakni testing, tracing, dan treatment untuk varian baru. Ketiga strategi therapuetic yakni penanganan pasien sakit dari mulai tempat tidur, nakes, obat, dan standar clinal part.

“Lalu yang terakhir adalah vaksinasi. Ini sudah kami jalankan sejak Januari-Februari kemarin dengan tujuan mengurangi laju penularan,” tegasnya.

Pemaparan Menkes Budi tersebut terlihat dari beberapa kasus beberapa terakhir yang menunjukkan rata-rata kasus baru hanya 6 ribuan per hari, memang lebih rendah dibanding beberapa bulan sebelumnya.

Namun jumlah tes seringkali anjlok di mana rata-rata hanya di bawah 30 ribu orang atau 30 ribu spesimen per hari.

Data terakhir pada Minggu (14/3) misalnya, jumlah kasus memang terlihat rendah yakni bertambah 4.714 orang per hari. Namun jumlah orang yang dites hanya 28 ribu orang sehari. Dan angka positivity rate juga masih 16 persen atau 3 kali di atas ambang batas WHO.

Meski begitu memang benar rata-rata kasus aktif terus menurun setiap hari. Pada Minggu (14/3) data terakhir menyebutkan penurunan kasus aktif sebanyak 1.030 orang sehari.

Menanggapi hal ini, Menkes Budi mengklaim terur berusaja untuk meningkatkan jumlah test.

“Untuk testing kita kejar 1 per seribu. Jadi kira-kira sekitar 40 ribu per hari. Dan ini kami usahakan hasil kurang dari 24 jam. Dan sekarang kami keluarkan Permenkes rapid antigen sesuai rekomen WHO,” katanya.

“Tracing ada target yang mau kita kejar 15 sampai 30 kontak erat per kasus konfirmasi harus diidentifikasi dalam 72 jam. Kami kerja sama dengan babinsa babinkamtibnas sebagai tenaga yg sudah ada di hampir seluruh desa dengan jumlah yang mencukupi sekitar 80 ribuan. Ini yang terus dikejar,” tuturnya.(jpg)

Update