batampos.co.id – Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri meminta pengelola SPAM Batam yang nantinya terpilih harus profesional dan mampu mensuplai air ke kawasan industri.
Wakil Koordinator HKI Kepri, Tjaw Hoeing, mengatakan, pihaknya berharap siapapun yang terpilih untuk mengelola SPAM Batam dapat berkomunikasi dengan baik khususnya kepada pengelola kawasan industri.
“Yang terpenting adalah komunikasi dengan pihak pengelola kawasan ketika terjadi hal-hal seperti suplai air berkurang atau presure airnya berkurang. Sehingga tidak menghambat dari kegiatan produksi,” ujarnya, Senin (15/3/2021).
Ia menjelaskan, saat ini kawasan industri belum ada mengeluhkan suplai air baku maupun air bersih sejak SPAM Batam dipercayakan kepada PT Moya Indonesia.

“Sejauh ini suplai air, baik air baku maupun air bersih berjalan seperti biasa,” tuturnya.
Namun sekali lagi, pihaknya sangat menekankan profesionalitas perusahaan yang akan dipercaya untuk mengelola SPAM Batam dalam jangka panjang.
“Harapan kami, siapapun yang mengelola air baik baku maupun air besih di Batam harus profesional dan mampu mensuplai air ke kawasan industri,” tuturnya.
Saat ini ada enam perusahaan nasional menaruh minat terhadap pengelolaan air di Batam.
Bahkan, mereka sudah menyatakan keinginannya sejak jauh-jauh hari sebelum lelang dibuka.
Keenam perusahaan tersebut, yakni:
- Adhya Tirta Batam (ATB)
- Moya Indonesia
- Suez
- PP Persero
- Adaro Tirta Mandiri
- Krakatau Tirta Industri (KTI)
”Kami perbolehkan kontestan untuk mengikuti lelang hulu dan lelang hilir dari pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam,” ata Ketua Tim Pengendali Teknisk Monitoring dan Evaluasi (Monev) SPAM Batam, Arham S Torik, seperti yang diberitakan harian Batam Pos, Minggu (14/3/2021)
“Mungkin seluruh peserta akan ikut dua-duanya, tapi tidak boleh menang di keduanya,” kujarnya lagi.(*/esa)
