batampos.co.id – Kecelakaan kerja kembali terjadi di galangan kapal PT ASL di Tanjunguncang, Batuaji. Satu orang pekerja dari subcon PT Elang Jaya, Patrik Natanael Sitompul, tewas terjatuh dari sebuah kapal yang tengah docking, Selasa (16/3/2021) sekitar pukul 10.00 WIB.
Korban meninggal di tempat sebab kepalanya pecah serta patah kedua kaki dan tangan. Korban dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Embung Fatimah untuk dimandikan.
Informasi yang dihimpun korban diduga terseret tali saat mencoba melepas tali ikatan kapal. Korban kemudian tergelincir dan jatuh dari atas kapal yang tingginya sekitar 20 meter.
Pekerja lain menge-tahui kejadian itu setelah korban tergeletak bersimbah darah di dasar dok.
”Langsung meninggal di tempat, kepalanya pecah, kaki dan tangannya patah. Tak ada yang berani mendekat awalnya,” ujar seorang pekerja yang tak berkenan menyebut namanya dan mengenakan wearpack bertuliskan PT Elang Jaya, saat ditemui
Harian Batam Pos di kamar jenazah RSUD Embung Fatimah.

Kejadian tersebut sontak membuat heboh di dalam kawasan galangan kapal. Kejadian inipun dilaporkan ke Mapolsek Batuaji untuk ditindaklanjuti.
Kapolsek Batuaji, Kompol Jun Chaidir, membenarkan kejadian itu dan pihaknya sudah menindaklanjuti dengan melakukan olah TKP dan pemeriksaan medis terhadap jenazah korban.
Untuk penyebab kecelakaan, Jun belum bisa memastikan karena pihaknya masih melakukan penyelidikan.
”Intinya ada kejadian kecelakaan kerja itu. Satu pekerja meninggal dunia dan lagi kita dalami,” ujarnya.
Informasi lain yang didapat, korban adalah karyawan PT Elang Jaya yang merupakan subcon yang bekerja di galangan ASL.
Korban saat itu tengah melakukan pekerjaan di sekitar lokasi kejadian. Dia terjatuh saat melintas bagian atas pinggiran kapal dengan ketinggian sekitar 20 meter.
Lokasi kapal tersebut di dalam lokasi dok kering (dry dock), sehingga korban terbentur dengan dasar dok kering.
Korban merupakan anak Fernando Sitompul, petugas safety di galangan ASL. Saat berada di kamar jenazah, Fernando dan istrinya tampak menangis histeris.
Kesedihan yang mendalam juga dirasakan oleh rekan-rekan kerja Patrik.
”Dia anak yang baik. Kemarin bapaknya sudah minta pindah ke divisi lain karena dia pandai komputer, tapi belum dikasih. Hari ini malah nahas seperti ini. Kami turut berduka cita yang sedalam-
dalamnya atas musibah ini,” ujar Heri, pekerja dari PT Elang
Jaya.(jpg)
