batampos.co.id – Sebuah studi terbaru merekomendasikan bahwa sekolah umum mungkin bisa dibuka kembali dengan aman untuk kelas tatap muka asalkan siswa menjaga jarak. Siswa juga diwajibkan mengenakan masker.

Menurut laporan dari The New York Times, penutupan sekolah telah menjadi topik yang memecah belah sejak awal krisis kesehatan global ini. Sebuah studi terbaru telah mengusulkan tentang aturan jarak sosial untuk bisa dilakukan dengan santai di ruang kelas.

Ibu Negara AS, Jill Biden dan anggota administrasi di bawah kepemimpinan suaminya telah melakukan perjalanan untuk mengusulkan pembukaan kembali sekolah yang aman. Pakar Penyakit Menular AS, Anthony Fauci, pada CNN ‘State of the Union’, mengatakan setuju bahwa penelitian tersebut tampaknya bisa dilakukan di sekolah. Yakni dengan membatasi atau mengendalikan penularan virus.

Namun, tidak ada panduan resmi tentang jarak yang telah dikeluarkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Fauci mengatakan, mereka sedang mempelajari datanya.

Dilansir dari Science Times, Rabu (17/3), menurut dr. Fauci, yang ingin dilakukan CDC sekarang adalah mengumpulkan data. Penelitian baru ini diterbitkan dalam Clinical Infectious Diseases berjudul Efektivitas jarak fisik tiga versus enam kaki untuk mengendalikan penyebaran Cobid-19 di antara siswa dan staf sekolah dasar dan menengah. Sebuah studi di seluruh negara bagian, membandingkan tingkat kejadian di antara staf dan siswa di distrik sekolah Massachusetts membutuhkan setidaknya perlu jarak 2 meter. Lalu juga pemakaian masker.

Selain itu, para peneliti mempelajari tingkat infeksi Covid-19 di antara siswa dan staf di lebih dari 240 distrik sekolah di Massachusetts, dengan tingkat pengajaran tatap muka yang berbeda antara bagian akhir September 2020 dan akhir Januari tahun ini. Meski begitu anak-anak dan remaja jauh lebih kecil kemungkinannya tertular dibandingkan dengan orang dewasa.(jpg)