Senin, 6 April 2026

Batam Logistic Ecosystem Diresmikan

Berita Terkait

batampos.co.id – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Panjaitan direncanakan meresmikan Batam Logistic Ecosystem (BLE) di Gedung BP Batam, hari ini, Kamis (18/3/2021).

Kepala Seksi Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Undani, mengatakan bahwa Menko Marves akan ditemani Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani.

“Menko Marves akan meresmikan BLE besok. Ia bersama Ibu Sri dan pejabat-pejabat lainnya,” kata Undani, Rabu (17/3/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

BLE merupakan bagian dari National Logistic Ecosystem (NLE) yang menjadi sebuah wadah untuk mempertemukan komunitas logistik di sektor permintaan dengan komunitas logistik di sektor persediaan.

Platform ini memfasilitasi importir dan eksportir dengan berbagai fitur logistik dari hulu hingga hilir.

Pengusaha di sektor logistik dapat melihat dan memilih harga serta kualitas atas ketersediaan sarana pengangkut, pergudangan, bahkan pembayaran, hanya dalam satu aplikasi.

Informasi yang dapat dikolaborasikan melalui NLE seperti ketersediaan truk di suatu wilayah (platform trucking), dan ketersediaan slot kapal domestik antarpulau (Prahu-Hub).

Kemudian informasi jadwal kapal dan book slot kapal ekspor (clickargo), daftar negara tujuan ekspor per komoditas, daftar pelaku logistik/pengusaha pengurusan jasa kepabeanan (PPJK)/
forwarder, dan lain-lain.

Perlu diketahui, layanan perizinan yang menyangkut kebutuhan logistik di Batam berpusat di sejumlah instansi negara, yakni Kantor Pelayanan Umum Bea dan Cukai (BC) Tipe B Batam,
Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Batam, dan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam.

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Batuampar, Batam. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Panjaitan direncanakan meresmikan Batam Logistic Ecosystem (BLE) di Gedung BP Batam, hari ini, Kamis (18/3/2021). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Ketiga instansi ini memiliki sistem perizinan masing-masing, yang selama ini tidak teintegrasi satu sama lain.

Bagi pengguna jasa pelabuhan, tentunya akan sangat merepotkan, karena tidak efisien dan tidak hemat biaya.

Melihat realita yang tersaji di lapangan, BC Batam memandang penataan logistik merupakan salah satu sarana untuk memajukan dunia usaha, serta meningkatkan daya saing Batam.

Ketika pengguna jasa pelabuhan senang dengan kualitas layanan perizinan, maka produktivitasnya akan meningkat.

Kemudian, muncullah gagasan untuk mengembangkan sistem aplikasi digital yang dapat menjadi sebuah wadah yang dapat mempertemukan komunitas logistik di sektor permintaan dengan komunitas logistik di sektor persediaan.

Gagasan tersebut juga didukung melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penataan Logistik Nasional.

Maka, setelah melalui pembahasan antarinstansi yang panjang, lahirlah Batam Logistic Ecosystem (BLE) yang menjadi bagian dari National Logistic Ecosystem (NLE).

Dengan demikian, Batam menjadi pilot project untuk tata logistik nasional, yang nantinya akan diadopsi daerah lain di Indonesia.

BC sendiri sudah melakukan sosialisasi ke berbagai pihak, khususnya pelaku usaha logistik tentang BLE ini.

Harapannya, pelaku usaha terbantu, sehingga bisnis logistik semakin berkembang dan kompetitif.

Sementara itu, agenda lain Luhut dan rombongan berdasarkan informasi yang diperoleh Batam Pos dari Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Agung Kuswandono, sebelum meresmikan Batam Logistic Ecosystem (BLE) di BP Batam, akan meninjau lokasi Karang Singa dan kapal supertangker dengan menggunakan helikopter.

Kemudian meninjau area labuh jangkar di Kabil dan Batuampar menggunakan helikopter.

Selanjutnya, setelah peresmian BLE di BP Batam, Luhut dan rombongan akan meninjau lokasi pengolahan limbah Batam Slop and Sludge Treatment Center (BSSTEC) di kaki Jembatan dua Barelang.(jpg)

Update