Jumat, 24 April 2026

Terkait Tewasnya Pekerja Galangan Kapal di Batam, Pengawas Ketenagakerjaan Sebut Ada Kelalaian

Berita Terkait

batampos.co.id – Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Kepri wilayah kerja Kota Batam telah menginvestigasi kecelakaan kerja di galangan kapal PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, yang menewaskan salah satu pekerjanya, Patrick Natanael Sitompul, Selasa (16/3/2021) lalu.

Kepala Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Kepri wilayah kerja Kota Batam, Sudianto, mengaku, pihaknya menurunkan pengawas untuk menyelidiki penyebab kecelakaan kerja itu.

Hasilnya, ada kelalaian dari pekerja yang jadi korban tersebut.

”Sudah cek semalam (Selasa 16/3). Ada kelalaian dari pekerja,” ujarnya, Rabu (17/3/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Sementara bila melihat kelalaian dari aspek keselamatan dan
kesehatan kerja (K3), tidak ditemukan.

Pasalnya, saat ditemukan, semua perangkat safety atau keselamatan, sudah dipakai korban saat kejadian.

”Itu ketinggian 25 meter, kalau tidak ada K3, tidak akan dibolehkan naik,” bebernya.

Terkait kecelakaan kerja ini, pihaknya juga mengimbau kepada seluruh perusahaan untuk tetap mengutamakan aspek K3 bagi pekerja.

Selain itu, pekerja juga harus taat dan patuh terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah dibuat.

”Tidak boleh abai terhadap alat atau perlengkapan yang dipakai, baik helm, tali, kacamata, masker dan sebagainya harus dipakai semua,” sebut Sudianto.

Mengenai K3 ini, pihaknya juga mengklaim terus menyosialisasikan kepada seluruh perusahaan dan pekerja akan
pentingnya aspek K3 di dalam bekerja.

”Kita terus memberikan penyuluhan, karena ini sangat penting bagi keselamatan,” tutupnya.

Sementara itu, tangis haru mewarnai rumah duka Patrick Natanael Sitompul menjelang dimakamkan di TPU Seitemiang, Rabu (17/3) siang.

Pantauan di rumah korban di Perumahan Zupiter Blok B3, Tanjungriau, sejumlah pelayat terus berdatangan dan mengungkapkan belasungkawa.

”Siang ini (kemarin) mau dimakamkan, masih menunggu keluarganya dari Medan. Katanya udah mau sampai, sudah di bandara,” ujar seorang keluarga Patrick.

Tidak jauh dari jenazah Patrick, sang ibu juga terlihat lunglai, ia terlihat meratapi jenazah anaknya.

Sang ibu menyebutkan, Patrick merupakan anak laki-laki satu-satunya. Sebelumnya diberitakan, korban tewas setelah terjatuh dari ketinggian 25 meter dalam insiden kecelakaan kerja di PT ASL Shipyard di Tanjunguncang, Selasa (16/3/2021) sekitar pukul 10.30 WIB.

Waktu kejadian, Petrik Natanael Sitompul berada di atas dek Kapal Lady Vik untuk pengerjaan cleaning.

Setelah pengerjaan cleaning selesai, Petrik naik ke atas dek kapal dan membuka tali ikatan kabel panel.

Nahas, tali ikatan panel tersebut melorot ke luar kapal dan menyeret tubuh korban yang menyebabkan Petrik jatuh ke
dok kapal yang tingginya kurang lebih 25 meter.(jpg)

Update