batampos.co.id – Daun salam selama ini diyakini bisa juga dijadikan obat. Sejumlah penelitian juga membuktikan klaim tersebut. Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Animal Physiology and Animal Nutrition pada 2016 menemukan bahwa kelinci yang mengonsumsi daun salam kering dalam makanannya telah menurunkan kadar trigliserida dalam darahnya.

Dilansir dari USA Today, Kamis (18/3), daun salam dapat membantu pencernaan, seperti yang ditunjukkan dalam beberapa penelitian pada hewan yang dipublikasikan secara online melalui Pusat Informasi Bioteknologi Nasional. NCBI adalah bagian dari Perpustakaan Kedokteran Nasional AS, cabang dari Institut Kesehatan Nasional.

Sebuah studi Iran 2014 yang diterbitkan ulang oleh NCBI menemukan ekstrak dari daun salam menunjukkan bukti pengurangan jumlah urease dalam tubuh. Urease merupakan enzim yang terkait dengan batu ginjal. Namun penelitian tidak menyimpulkan bahwa air rebusan daun salam dapat memecah batu ginjal.


Beberapa penelitian yang dipublikasikan NCBI menunjukkan bahwa daun salam dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker payudara dan kolorektal. Namun, sebuah artikel yang diterbitkan di situs kesehatan populer WebMD, yang ditinjau oleh direktur medis senior situs tersebut, internis Atlanta Dr. Arefa Cassoobhoy, menyimpulkan, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami seberapa efektif daun salam dalam membantu pasien kanker.

Peneliti pun masih belum menemukan bukti manfaat minum teh herbal daun salam yang dikaitkan membantu meredakan sembelit.  Begitupun manfaat daun salam untuk insomnia masih belum bisa dibuktikan.(jpg)