batampos.co.id – Kecamatan Batam Kota sedang menyusun formulasi untuk pembukaan bazar Ramadan tahun ini.

Selain aturan-aturannya, nantinya lokasi bazar akan ditentukan oleh pihak kecamatan.

Masyarakat tidak diperbolehkan mendirikan lokasi bazar tanpa izin dari kecamatan.


Camat Batam Kota, Aditya Guntur Nugraha, mengatakan, jajarannya masih berkoordinasi dengan pihak Dinas Koperasi dan UMKM serta Gugus Tugas Penanganan Covid-19 tingkat Kota Batam.

“Dulu kan memang Dinas UMKM yang handle ini, tapi saat adanya pandemi, kami juga berkoordinasi dengan gugus tugas,” katanya, Kamis (18/3/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Ia mengatakan, konsep bazar seperti apa, masih dibicarakan dengan pihak-pihak terkait. Aditya menyebut, pihaknya sedang menggesa bagaimana formulasi yang cocok untuk menggelar bazar di tengah pandemi Covid-19.

Ilustrasi. Bazar Ramadan. Foto diambil sebelum pandemi Covid-19. Foto: cecep Mulyana/batampos.co.id

“Di satu sisi penanganan Covid-19, tapi di sisi lain menaikkan perekonomian. Makanya, kami cari aturan yang pas, agar penanganan dan perekonomian ini bisa berjalan beriringan,” tuturnya.

Salah satu konsep yang akan diterapkan, yakni kewajiban penerapan protokol kesehatan (protkes) di semua titik bazar.

Setiap yang datang ke lokasi bazar, baik pembeli atau penjual, wajib menggunakan masker. Lalu, disediakan tempat untuk mencuci tangan.

“Yang kerumunan ini agak sulit, kami memikirkan cara agar tidak ada yang berdesak-desakan saat membeli,” ucapnya.

Salah satu opsi untuk mengurai kerumunan ini adalah dengan antrean jaga jarak.

Selain itu, nantinya setiap lokasi bazar akan ditempatkan satu petugas yang mengawasi dan mengingatkan masyarakat.

“Mereka akan dilengkapi toa (megaphone), agar terus mengingatkan masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Tapi apakah alat dan personelnya cukup, inilah yang sedang kami hitung. Apabila kurang, kami akan berkoordinasi dengan Pemko Batam,” tuturnya.

Apabila ada bazar tak berizin, apakah ada tindakan dari pihak kecamatan? Aditya mengatakan, untuk penertiban merupakan tugasnya dari tim Pemko Batam.

“Kami meminta tim kota menindak,” ucapnya.(jpg)