batampos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penyitaan terkait perkara suap perizinan ekspor benih lobster (benur).

Jumat (19/3/2021), sebanyak 13 unit sepeda balap (road bike) disita tim penyidik lantaran diduga dibeli menggunakan uang yang dikumpulkan dari para eksportir benur di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2020.

Sepeda balap tersebut disita dari pihak yang mewakili tersangka Safri, staf khusus (stafsus) Edhy Prabowo. Ada 3 merek sepeda yang disita.


Yakni Lappiere, Polygon, dan Pacific. Jika ditaksir, nilai sepeda-sepeda tersebut sekitar puluhan juta.

”Pembelian sepeda tersebut diduga untuk kepentingan tersangka EP (Edhy Prabowo) selaku menteri KKP saat itu,” kata Plt Juru Bicara Bidang Penindakan Ali Fikri.

13 unit sepeda yang disita KPK. Foto: radarcirebon.com

Ali menambahkan sepeda-sepeda tersebut akan dianalisis untuk segera dilakukan penyitaan sebagai barang bukti.

Sebelumnya, KPK juga sempat melakukan penyitaan sepeda dalam perkara yang sama. Totalnya ada 8 sepeda yang disita tim penyidik dari rumah dinas Edhy.

Penyitaan dilakukan awal Desember lalu atau beberapa hari setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT).

Selain menyita 13 sepeda, sebelumnya KPK telah melakukan banyak penyitaan terkait perkara suap izin ekspor benur.

Jika ditotal nilainya sebanyak Rp 89,9 miliar. Perinciannya Rp 37,6 miliar terdiri dari aset berupa barang mewah, alat elektronik, perhiasan, kendaraan hingga properti.

Serta uang tunai Rp 52,3 miliar hasil sitaan bank garansi dari Bank BNI 46 Cabang Gambir.

Selain itu, KPK juga terus memeriksa sejumlah saksi guna melengkapi berkas penyidikan tersangka Edhy maupun tersangka lain.

Yang terbaru, KPK memeriksa penyanyi dangdut Betty Elista karena ditengarai menerima aliran dana dari Edhy.

Di waktu bersamaan, tim penyidik juga melakukan penyitaan terhadap rekening koran milik Betty.(jpg)