batampos.co.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf ), Sandiaga Uno, kembali berkunjung ke Batam akhir pekan ini.

Selain membuka turnamen Golf, Sandiaga juga akan membahas secara khusus rencana penerapan jalur perjalanan khusus atau travel bubble antara Indonesia dan Singapura, 21 April
mendatang. Apalagi program ini disambut baik pemerintah Singapura.

“Pak Menteri akan membahas kesiapan Indonesia (khususnya Batam-Bintan) dan Singapura dalam penerapan travel bubble ini. Intinya, dalam menghadapi Covid-19 ini, kedua negara terus
berusaha agar industri pariwisata di kedua belah pihak bisa bangkit lagi,” kata Ardiwinata, Kepala Dinas Pariwisata, Jumat (19/3/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.


Travel bubble adalah ketika dua negara atau lebih yang sudah berhasil mengontrol virus corona sepakat menciptakan sebuah koridor atau jalur perjalanan khusus, yang memudahkan penduduk yang tinggal di dalamnya melakukan perjalanan secara bebas, dan terhindar dari kewajiban karantina mandiri.

Dalam konteks Indonesia dan Singapura, yang diutamakan adalah Batam dan Bintan.

Travel bubble berbeda dengan Travel Corridor Arrangement
(TCA). Travel bubble untuk wisatawan, sementara TCA untuk pebisnis.

Menurut Ardi, pemerintah pusat telah banyak berupaya untuk memulihkan sektor parwisata.

Di Batam, dimulai dari kebijakan TCA untuk kalangan pebisnis, memberikan banyak insentif, hingga saat ini rencana penerapan
travel bubble.

Di Batam, Nongsa dipilih sebagai lokasi yang bisa dikunjungi wisatawan asal Singapura. Sedangkan di Bintan, Lagoi dipilih.

“Nongsa dipilih karena kesiapannya sudah matang. Jadi, wisatawan dibatasi di sana. Untuk saat ini, 1.500 pelaku wisata sudah divaksin di sana. Menteri juga ingin melihat kesiapan protokol kesehatan di sana,” ungkapnya.

Ilustrasi. Wisatawan mancanegara berswafoto di kawasan wisata Lagoi Bintan. Foto diambil sebelum pandemi Covid-19. Foto: Yusnadi/Batam Pos

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Batam, Muhammad Mansur, mendukung upaya pemerintah dalam penerapan travel bubble.

“Memang tidak semua area dibuka, baru Nongsa dan Lagoi saja. Untuk buka seluruhnya, masih butuh progres dulu. Menunggu seluruh masyarakat Batam divaksin sehingga Batam bisa jadi
zona hijau,” paparnya.

Travel bubble, menurut Mansur, menjadi angin segar bagi industri pariwisata khususnya akomodasi yang terpuruk.

Hingga saat ini, sudah ada enam hotel yang menyatakan berhenti beroperasi.

“Hal yang penting nanti, ketika travel bubble berlaku, perlu sosialisasi masif agar tidak ada kesalahpahaman di antara para pelaku wisata nanti,” ungkapnya.

Sebelumnya, dalam Minister for Education & Foreign Affairs Singapura, Mohammed Maliki Osman, dalam konferensi melalui video dengan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, Rabu (17/3/2021) lalu menyatakan bahwa Singapura menyambut baik program pemerintah Indonesia membuka perbatasan secara terbatas, melalui program travel bubble, khususnya untuk kawasan wisata Lagoi dan Nongsa di Kepri.

“Saya rasa ini pencanangan yang baik, bagaimana kita boleh memulai semua perjalanan antara rakyat Singapura ke Kepri melalui travel bubble ini,” kata Osman.

Ia menambahkan, diboleh-kannya pelancong dari Singapura masuk Kepri dengan dibatasi hanya di Nongsa dan Lagoi, awal yang baik untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata yang sempat terdampak pandemi Covid-19.

Pembatasan tujuan wisata yang dikunjungi di tahap awal ini, juga memberikan keyakinan pada para pelancong bahwa mereka mendapatkan jaminan keamanan kesehatan di kawasan tersebut.

Osman menyebut, aspek kesehatan merupakan hal paling penting
yang harus diperhatikan untuk pelancong dan pekerja pariwisata di kawasan yang dikunjungi.

Osman berjanji akan mengkomunikasikan dengan Singapore Tourism Board (STB) terkait program travel bubble ini.

Pemprov Kepri sendiri melakukan banyak langkah-langkah untuk meyakinkan wisatawan bahwa Batam-Bintan, khususnya kawasan wisata Nongsa dan Lagoi aman dikunjungi.

Antara lain, dua kawasan itu aksesnya terbatas untuk masyarakat umum. Selain itu, Pemprov Kepri melakukan vaksinasi untuk semua pihak yang terkait dengan objek wisata di sana.(jpg)