batampos.co.id – Upaya meminimalisir penggunaan sampah plastik, stand kecamatan di arena Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) VIII Batam di Dataran Engku Putri Batam mendaur ulang sampah plastik dan koran bekas menjadi tas belanja.

“Alhamdulillah beberapa stand kecamatan sudah memanfaatkan sampah daur ulang dan mengurangi penggunaan plastik,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam Herman Rozie, Kamis (18/3/2021) malam.

Seperti yang diterapkan di stand Kecamatan Sagulung dan Kecamatan Nongsa.


Di stand ini, keranjang belanja terbuat dari bekas plastik hingga koran bekas dengan kata lain tidak menggunakan plastik sekali pakai.

Pengunjung melihat tas yang terbuat dari daur ulang sampah plastik dan koran di salah satu stand STQ VII Kota Batam. Foto: Adian untuk batampos.co.id

“Ini tentunya sangat membantu mengurangi sampah plastik, kita terus mengimbau agar setiap dari kita mulailah mengurangi penggunaan plastik sekali pakai mari mulai dari rumah kita masing-masing juga,” ajak dia.

Menurut Herman, permasalahan sampah, termasuk sampah plastik, menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

Jika semua elemen abai terhadap persoalan sampah plastik maka tentunya akan menjadi masalah besar beberapa puluh tahun ke depan.

“Bahkan pak wali (Wali Kota Batam Muhammad Rudi) sudah jauh-jauh hari mengeluarkan kebijakan yakni diterbitkannya Surat Edaran Wako Batam Nomor 525/DLH/X/2019 tertanggal 30 Oktober tentang Imbauan Pengurangan dan Penanganan Sampah Plastik,” papar dia.

Ada enam poin dalam SE ini, pertama, Walikota mengajak semua elemen masyarakat membuang sampah pada tempat yang telah disediakan serta memilah sampah.

Lalu, setiap rapat koordinasi atau sosialisasi dan kegiatan sejenis di lingkungan Pemko Batam, disediakan hidangan rapat tidak menggunakan kemasan plastik.

Penyediaan tong sampah atau sejenisnya pada tiap lingkungan kerja. Kemudian, mengajak seluruh elemen untuk mempelopori dan menerapkan pengurangan sampah plastik dengan tidak memakai kemasan plastik.

Menyediakan dispenser atau teko pada setiap pertemuan atau rapat dan memerintahkan karyawan di lingkungan kerja masing-masing untuk menggunakan tumbler serta menyediakan gelas yang dapat dicuci kembali.

Serta mengimbau setiap kantin di kantor atau sekolah untuk menjual makanan berkemasan bahan organik, seperti daun dan kertas serta restoran atau tempat makan untuk tidak menggunakan kantong dan sedotan plastik.(*/esa)