batampos.co.id – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dapat diikuti oleh lulusan SMA. Akan tetapi hanya untuk formasi tertentu saja.

“Untuk SMA itu spesifik. Untuk sipir, penjaga tahanan atau penjaga rutan. Tidak perlu keahlian khusus,” ungkap dia seperti dikutip, Senin (22/3).

Para lulusan SMA juga bisa mengikuti CPNS dengan mengikuti seleksi sekolah kedinasan. Nantinya mereka akan menjalani pendidikan sesuai ketentuan sekolah kedinasan tersebut.



Dia juga memberikan penjelasan bahwa terdapat sejumlah formasi di pemerintah daerah (pemda) yang dapat diisi oleh lulusan SMA. Tetapi bukan sebagai CPNS, melainkan honorer. Salah satu contohnya adalah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, seperti posisi tenaga kebersihan atau petugas parkir.

“DKI perlu tenaga kebersihan, tenaga parkir, tenaga (pembersih) gorong-gorong, kan nggak harus PNS. Ambil saja honorer. Ambil saja satu-dua tahun (kontrak), asal (gaji) UMR silakan,” ungkap dia.

Tenaga honorer dapat direkrut oleh daerah karena tidak membutuhkan keahlian spesifik. Namun, untuk CPNS tidak bisa karena membutuhkan kemampuan khusus sesuai bidangnya.

Sebagai informasi, tahun ini pemerintah membuka sekitar 1,3 juta formasi untuk PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) serta sekolah kedinasan. Jumlah kebutuhan untuk guru PPPK sebanyak 1 juta formasi, untuk pemerintah pusat sebesar 83 ribu formasi, dan pemerintah daerah sebesar 189 ribu formasi.

Rencananya rekrutmen untuk Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) ini dimulai bulan April 2021 untuk sekolah kedinasan. Setelah itu dilanjutkan pembukaan pendaftaran guru PPPK, PPPK non-guru, dan CPNS yang direncanakan pada bulan Mei atau Juni.(jpg)