batampos.co.id – Satu kebanggaan bagi masyarakat Tionghoa di Batam. Tiga tokohnya yakni Harsono, Amat Tantoso, dan Abi, dianugerahi gelar Dato oleh Kesultanan Riau Lingga Kota Batam, di Lantai 1 Hotel Golden View, Bengkong Laut, Batam, Sabtu (20/3/2021).

Dato Harsono yang merupakan tokoh masyarakat Batam utamanya di kawasan Tanjungpantun, Jodoh, Batuampar, ini mengaku sangat bangga dan senang atas anugerah gelar Dato yang disematkan kepadanya.

”Apa yang kami lakukan selama ini tidak sia-sia yakni kami selalu menjunjung tinggi budaya Melayu, sering kami perkenalkan budaya Melayu ke mancanegara dan sebagainya. Ini bukti bahwa kiprah kami selama ini betul-betul dihargai,” ujar Dato Harsono.


Dato Harsono mengaku sangat terkejut ia mendapatkan penyematan gelar Dato. Baginya, gelar Dato akan dijadikannya motivasi untuk lebih berperan dalam membangun Kota Batam, terutama pelestarian sektor budaya Melayu.

Tiga tokoh Tionghoa Kota Batam yakni Harsono, Amat Tantoso (tengah) dan Abi, dianugerahi gelar Dato oleh Kesultanan Riau Lingga Kota Batam, di Lantai 1 Hotel Golden View, Bengkong Laut, Batam, Sabtu (20/3/2021). Foto: Istimewa

Harsono sendiri sudah tak asing namanya dalam berkiprah di Kota Batam.

Ia sering ditunjuk menjadi host maupun mitra penyelenggaraan berbagai kegiatan resmi pemerintahan.

Seperti menjadi panitia pelaksana Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ), ditunjuk menjadi Ketua Harian Forum Pembauran (FB), Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) dan Ketua Hiptun (Himpunan Pengusaha Tanjung Pantun).

Bagi Harsono, penyematan gelar Dato pada namanya, akan dijadikan sebagai pemacu untuk lebih memajukan budaya Melayu dalam setiap aktivitasnya.

Apalagi, Harsono adalah putra kelahiran Kepri yang telah berkontribusi membangun Kepri, khususnya di Batam.

Tak hanya Harsono yang mendapatkan gelar Dato yang berasal dari tokoh Tionghoa di Batam. Ada Amat Tantoso yang mendapatkan gelar Dato untuk kedua kalinya, dan Abi, pemilik hotel Golden View dan Restoran Golden Prawn.(jpg)