batampos.co.id – Harga emas dunia kembali anjlok 1 persen dengan penurunan dolar Amerika Serikat (AS) dan imbal hasil US Treasury yang menawarkan sedikit kelonggaran ketika Wall Street menguat. Hal itu membuat daya pikat emas menurun.

Mengutip laman Reuters, harga emas di pasar spot turun 0,3 persen menjadi USD 1.738,93 per ounce pada pukul 24.41 WIB. Sedangkan emas berjangka Amerika Serikat ditutup melemah 0,2 persen menjadi US D1.738,1 per ounce.

Analis CMC Markets Inggris David Madden mengatakan, emas seharusnya bergerak lebih tinggi pada kenyataannya investasi beresiko rendah tersebut juga terseret sentimen geopolitik. Bahkan, emas bisa tergelincir lebih jauh jika dolar dan imbal hasil menguat.


Menurutnya, penurunan emas tersebut lantaran investor berbondong-bondong menuju dolar dan obligasi. Tindakan ini dihantui oleh keputusan Turki untuk mengganti kepala bank sentralnya dengan kritik terhadap suku bunga yang tinggi.

“Jika rakyat khawatir bahwa lira melemah, mereka akan membeli dolar AS atau emas, tetapi di sinilah ketakutan datang bahwa kontrol modal akan menghentikan uang masuk ke negara itu. Ini bisa jadi sangat sulit bagi orang-orang untuk mendapatkan dolar, dan sebagai gantinya emas, dalam beberapa pekan ke depan,” ucapnya.

Adapun logam lainnya seperti, paladium merosot 1,1 persen menjadi USD 2.606,24 per ounce dan platinum merosot 1,1 persen menjadi USD1.182,87 per ounce. Perak anjlok 2 persem menjadi USD 25,72 per ounce.

Mengutip emas batangan Antam hari ini juga turun Rp 2.000 per gram. Dijual di level Rp 929.000 per gram. Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam hari ini stagnan. Harga buyback berada di level Rp 808.000 per gram.(jpg)