batampos.co.id – Pengelola Tempat Permakaman Umum (TPU) Seitemiang masih menanti kabar baik dari Pemko Batam terkait lahan baru untuk menambah area TPU Seitemiang yang saat ini sudah penuh terisi dengan puluhan ribu makam.

Pengelola berharap agar rencana pemanfaatan lahan rawa-rawa di belakang lokasi permakaman saat ini, segera direalisasikan sehingga dalam kurun waktu enam bulan ke depan sudah bisa digunakan.

”Karena yang kita manfaatkan sekarang lahan cadangan yang
hanya sanggup menampung 600 hingga 700 makam lagi,”
ujar Zailani, Sekretaris Yayasan Khairul Ummah yang mengelola TPU Seitemiang bagi umat muslim, Senin (22/3/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.


Menurutnya, dalam kurun waktu enam bulan ke depan, kebutuhan lahan makam dinilai masih aman.

Ilustrasi. Sejumlah warga berziarah di TPU Seitemiang, Sekupang, beberapa waktu lalu. Ketersediaan lahan makam di TPU tersebut kian menipis. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

”Tapi setelah itu tak ada lagi jika Pemko tak segera menentukan lokasi makam yang baru,” kata dia.

Belum lama ini, sambung Zailani, tim dari Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan Kota Batam (Dinas Perakimtan) sudah turun ke lokasi yang direncanakan sebagai lokasi makam baru tersebut.

Namun, sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut kapan akan segera dibangun. Pihak pengelolah berharap agar Pemko dan BP Batam segera memastikan lokasi lahan pengganti tersebut.

”Sampai sekarang belum ada informasi. Kita berharap ini segera diputuskan karena sudah mendesak memang,” kata Zailani.

Kondisi TPU Seitemiang saat ini sudah penuh terisi dengan puluhan ribu makam. Lahan yang tersedia sudah semakin
minim.

Lahan penghijauan yang berada di pinggir jalan Ahmad Dahlan, juga sudah terpakai untuk lokasi permakaman baru, namun itu hanya untuk solusi jangka pendek.

Sebelumnya, Wali Kota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, mengaku sedang mencari lahan yang akan dijadikan sebagai kompleks permakaman.

”Sudah saya instruksikan (mencari lahan baru) ke Ilham (Direktur Lahan BP Batam, Ilham Eka Hartawan, red),” ujar Rudi, usai rapat terkait lahan permakaman di Kantor Wali Kota Batam, beberapa waktu lalu.

Beberapa lokasi sudah ada, namun belum bisa digunakan. Alasannya, berada di kawasan hutan lindung.

”Jadi harus clear dulu biar tidak jadi persoalan,” katanya.(jpg)