batampos.co.id – Sebanyak 50 ribu dosis vaksin AstraZeneca telah sampai di Tanjungpinang, Selasa (23/3/2021). Vaksin ini dikhususkan untuk para manula (manusia lanjut usia) di wilayah Batam dan Tanjungpinang.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Tanjungpinang, Mohammad Bisri, mengatakan, vaksin paling banyak dikirim ke Batam.

Pasalnya, Kota Batam dinilai sedikit terlambat dalam melakukan vaksinasi terhadap manula.


“Batam itu mendapatkan 40 ribu dosis vaksin, dapat menjangkau 20 ribu orang. Sedangkan Tanjungpinang 10 ribu vaksin, yang dapat memvaksinasi 5 ribu orang. Vaksin AstraZeneca ini tetap gunakan dua kali vaksinasi,” katanya, Selasa (23/3/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

50 ribu vaksin ini ditargetkan habis dalam jangka waktu dua
minggu, walaupun masa kedaluwarsanya hingga akhir Mei 2021.

“Kami yakin bisa tepat sasaran dan cepat,” ucapnya.

Vaksinasi terhadap lansia ini diharapkan Bisri dapat dukungan dari masyarakat.

Perkumpulan atau organisasi dapat mengumpulkan para manula, sehingga dinas kesehatan dapat melakukan vaksinasi massal.

“Cara ini memudahkan petugas melaksanakan vaksin. Ini sudah dilakukan di Tanjungpinang beberapa waktu lalu, petugas hanya datang ke sebuah kegiatan dan lakukan vaksinasi,” tuturnya.

Bisri mengatakan, organisasi atau perkumpulan yang mendatangkan para manula, cukup melaporkan diri ke dinas kesehatan setempat.

Setelah pendataan dan proses administrasi selesai, maka petugas akan datang di waktu yang ditentukan untuk vaksinasi.

Tapi bagi manula yang tidak memiliki kesempatan divaksin massal, dapat menyambangi puskesmas-puskesmas yang ada di Batam.

Vaksinasi dapat dilakukan di puskesmas tersebut. Bisri mengaku sedang mengejar target vaksinasi.

“Sampai saat ini, sudah melakukan vaksinasi sebanyak 16 dari target ditentukan. Kami akan terus melakukan vaksin,” pungkasnya.

Vaksin AstraZeneca juga akan digunakan untuk kalangan pesantren di Kota Batam. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Selasa (23/3).

“Direncanakan diberikan kepada seluruh kalangan pesantren di Batam,” katanya.

Saat ini, pihaknya masih menunggu jatah vaksin AstraZeneca untuk Kota Batam.

Pemberian vaksin dibatasi kepada mereka yang berusia 18 tahun. Sementara di bawah usia tersebut akan dirijek oleh sistem.

“Insya Allah dalam minggu ini. Secepatnya, barang itu datang langsung kita eksekusi,” ungkapnya.(jpg)