batampos.co.id – Persediaan vaksin yang terbatas masih menjadi problem vaksinasi. Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan, hingga kemarin sudah 5,7 juta orang yang disuntik vaksin.

”Ini merupakan capaian positif yang harus tetap ditingkatkan agar semakin banyak masyarakat yang terlindungi dari Covid-19,” kata Wiku kemarin (23/3).

Meski demikian, baru 2,4 juta orang yang sudah lengkap menerima dua dosis vaksin. Seperti diketahui, vaksin Sinovac harus diberikan sebanyak dua kali agar imunitas terbentuk dalam tubuh. Karena itu, Wiku berharap masyarakat bisa berpartisipasi dalam program vaksinasi sesuai jadwal yang ditentukan.


Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan, sentra vaksinasi massal akan mempercepat pencapaian target cakupan. ”Sentra vaksinasi ini merupakan gerakan, maka semua sektor dan elemen masyarakat akan berperan,” ungkapnya.

Sentra vaksinasi seperti itu diperlukan. Jika vaksinasi hanya dilakukan berdasar fasilitas kesehatan yang dimiliki Kementerian Kesehatan secara eksklusif, target vaksinasi untuk 181,5 juta orang tidak akan tercapai. ’’Kecepatan kami hingga saat ini hanya 10 ribu sampai 100 ribu per hari,” ujarnya.

Namun, setelah ada gerakan dari berbagai pihak, angka vaksinasi sekarang menjadi 300 ribu sampai 380 ribu per hari. ”Ini berkat adanya sentra-sentra vaksinasi seperti ini,” imbuh Dante.

Dia menuturkan, jumlah vaksin secara bertahap akan terus ditambah. Saat ini pemerintah memiliki sekitar 30 juta dosis vaksin. Stok tersebut dibagikan sampai akhir Maret. Sesuai rencana, stok vaksin akan ditambah lagi untuk memenuhi kebutuhan ideal.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla menuturkan, mulai bulan depan masjid dapat menjadi tempat vaksinasi Covid-19. Khususnya untuk kegiatan vaksinasi di tingkat RT dan RW sekitar lingkungan masjid. Penggunaan masjid untuk lokasi vaksinasi merupakan keputusan DMI bersama Kementerian Kesehatan beberapa waktu lalu.

’’Dua malam lalu saya dan menteri kesehatan sudah setuju bahwa mulai bulan depan vaksinasi diadakan di masjid,’’ kata pria yang akrab disapa JK itu.

Dia mengingatkan bahwa masjid yang bisa digunakan untuk kegiatan vaksinasi Covid-19 adalah masjid yang besar dan mempunyai fasilitas baik. Misalnya, memiliki aula, selasar, dan halaman yang luas. Sebab, kegiatan vaksinasi di masjid tetap menjalankan protokol kesehatan.

Satu Tahun RS Darurat Wisma Atlet

Kemarin (23/3) tepat satu tahun Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet menjadi tempat penanganan pasien Covid-19. Selama setahun, RS tersebut sudah melayani 75.445 pasien.

Keterangan itu disampaikan Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I Kolonel Marinir Aris Mudian. ’’Rekapitulasi pasien tower 4, 5, 6, dan 7 terhitung mulai 23 Maret 2020 sampai 23 Maret 2021,’’ ungkap Aris.

Angka tersebut masih sangat mungkin bertambah. Sebab, Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet terus melayani pasien. Dari total 75.445 pasien yang terdaftar, sebanyak 73.149 orang sudah keluar dari rumah sakit tersebut. ’’Sebanyak 741 orang dirujuk ke rumah sakit lain dan 72.321 orang sembuh,’’ bebernya.

Sementara itu, pasien yang meninggal dunia sebanyak 87 orang. Sisanya, 2.296 pasien, masih dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet. Angka itu kembali turun bila dibandingkan dengan Senin (22/3). ’’Berkurang 118 orang,’’ kata Aris.

Untuk mendoakan dan mengenang semua pejuang dalam perang melawan Covid-19 di Rumah Sakit Covid-19 Wisma Atlet, tenaga kesehatan dan para pasien yang berada di rumah sakit itu melaksanakan doa bersama, mengheningkan cipta.(jpg)