batampos.co.id – Menyambut safe travel corridor untuk wisatawan mancanegara yang akan berlibur ke kawasan wisata Lagoi, Bintan, pengelola kawasan wisata Lagoi menyiapkan alat tes Genose C19.

“Ada 8 alat Genose yang disiapkan menyambut safe travel corridor di pintu masuk kawasan wisata Lagoi. Untuk wisatawan mancanegara dari Singapura yang masuk melalui Pelabuhan Bandar Bentan Telani (BBT), Lagoi dan di Simpang Lagoi,” ujar Kadisbudpar Bintan, Wan Rudy Iskandar.

Selain itu, dia mengatakan, alat tes PCR juga sudah tersedia di kawasan wisata Lagoi. Awalnya wisatawan yang masuk dan keluar melalui Pelabuhan BBT Lagoi dan yang masuk dan keluar melalui pelabuhan yang ada di Singapura akan menjalani tes PCR.


“Dua kali tes PCR, tidak sampai 4 kali. Jadi, ketika akan keluar dari Singapura, wisatawan tes PCR di Singapura dan ketika akan kembali ke Singapura, mereka tes PCR di Lagoi. Saat wisatawan tiba di Lagoi, mereka tes Genose saja lebih sederhana, hanya ketika kembali ke Singapura harus tes PCR,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya dia mengatakan, jumlah penumpang kapal feri baik dari Singapura ke Lagoi dan sebaliknya akan dibatasi. Demikian juga kapasitas hunian kamar hotel, menurutnya, hanya dibolehkan setengahnya dari kapasitas kamar hotel saat kondisi normal.

“Dibatasi kapasitasnya, misalkan kamar hotel ada 900 unit, yang dibolehkan hanya 450 unit,” ujarnya.

Sejauh ini, menurutnya, komunitas pengusaha di kawasan wisata Lagoi masih melakukan persiapan termasuk penerapan protokol kesehatan dan standar operasional prosedur yang disinergi dengan Singapura serta melakukan pembahasan terkait hotel mana yang masuk dalam zona internasional dan zona domestik.

“Dibahas di internal komunitas pengusaha di kawasan wisata Lagoi, sejauh ini yang siap menerima tamu internasional, Club Med dan Sancaya,” katanya.

Dia berharap, perjanjian dua negara terkait rencana dibukanya safe travel corridor di kawasan Lagoi untuk wisatawan dari pintu masuk Singapura yang masih dibahas dan menurut rencana dibukanya 21 April mendatang berjalan dengan lancar.

“Rencana dibukanya safe travel corridor masih dibahas di tingkat kementerian, kami di sini mempersiapkan segala macamnya mulai protkes dan lainnya, bahkan ada konsultan dari Singapura yang sudah melakukan training di beberapa hotel agar standar SOP sama dengan Singapura. Mudah-mudahan semua berjalan lancar,” ujarnya. (*/jpg)