batampos.co.id – Usulan formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk guru honorer bertambah 10 ribu. Dari yang semula 513.393 menjadi 523.120 formasi dan masih akan terus divalidasi.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Iwan Syahril dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi X DPR RI secara daring, Rabu (24/3). “Sebelumnya, formasi ini ada 513 ribu, pemda kemudian ada perkembangan dari Papua dan Papua Barat sehingga saat ini formasi yang sudah kita verifikasi itu berjumlah 523 ribu formasi guru PPPK,” ujar dia.

Sebelumnya, Provinsi Papua itu terdapat 21 pemerintah daerah (pemda) yang belum mengajukan formasi. Untuk saat ini, hanya tinggal tersisa 6 pemda.


“Kalau Papua Barat sebelumnya ada 8 pemda, sekarang tinggal 2 yang belum mengajukan, ini terus kita lakukan sosialisasi,” tutur dia.

Selain pemda di Provinsi Papua dan Papua Barat, masih ada juga 19 pemda lainnya yang belum mengajukan formasi PPPK. Lalu, dari yang sudah mengajukan tapi kurang dari total 50 persen total kuota ada 165 daerah.

“Pemda yang belum mengajukan formasi ada 19 daerah di luar Papua dan Papua Barat yang belum mengajukan formasi PPPK dan 165 daerah mengusulkan kurang dari 50 persen kuota,” imbuhnya.

Kata Iwan, ini merupakan langkah bersama pemerintah untuk memperbaiki tata kelola guru-guru di Indonesia. Semua guru honorer juga dapat melakukan seleksi.(jpg)