batampos.co.id – Kepastian pemberangkatan jamaah haji Indonesia 1442 H/2021 M masih menunggu info resmi dari Pemerintah Arab Saudi. Namun, persiapan haji terus dilakukan, tidak hanya oleh Direktorar Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kementerian Agama (Kemenag), tapi juga oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah.

Konsul Jenderal RI di Jeddah Eko Hartono mengatakan bahwa pihaknya telah mengundang sejumlah calon penyedia akomodasi (hotel) jamaah di Madinah untuk membahas persiapan haji.

Menurut Eko, kegiatan tersebut sekaligus tindak lanjut hasil negosiasi dengan calon penyedia layanan jamaah haji 1441 H/2020 M yang sempat terhenti akibat pandemi. Sebelas perwakilan calon penyedia akomodasi jamaah haji di Madinah hadir pada pertemuan ini.



“Agenda ini merupakan upaya untuk saling bertukar informasi seputar penyelenggaraan haji tahun 2021, dan mempermudah koordinasi apabila keputusan dari pemerintah Arab Saudi diumumkan, sehingga semua pihak dapat melakukan antisipasi dengan cepat dan baik,” tutur dia, Kamis (25/3).

Dia memastikan, sampai saat ini KJRI Jeddah belum menerima pernyataan resmi apa pun terkait pelaksanaan haji 2021. Akan tetapi Pemerintah Indonesia tetap mempersiapkan kemungkinan adanya penyelenggaraan haji tahun ini, walaupun dengan kuota jamaah haji yang tidak mencapai 100 persen.

Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali menjelaskan, menurut penyedia hotel kemungkinan besar haji dilaksanakan seperti penyelenggaraan umrah saat pandemi. Artinya, para jamaah haji sampai di hotel, akan dikarantina selama tiga hari, lalu dilakukan tes swab.

“Kalaupun ada pemberangkatan jemaah dari luar Saudi, para penyedia hotel menduga akan ada pembatasan karena terkait penerapan protokol kesehatan dan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi,” ujar dia.

Endang menambahkan, para penyedia akomodasi yang hadir dalam pertemuan ini belum ada yang memperoleh izin hotel (tasreh) untuk musim haji 1442 H?/2021M. Namun, mereka memastikan prosesnya mudah, “Apalagi dengan adanya kebijakan enam inisiatif pendukung sektor haji dan umrah yang baru dikeluarkan oleh Pemerintah Arab Saudi,” tandasnya. (*/jpg)