batampos.co.id – The Real Mountain Bikers (RMB) namanya. Terbentuk 10 tahun silam, tepatnya 11 Januari 2011, komunitas pesepeda yang didirikan oleh Bagus Hudha ini awalnya hanya beranggotakan 15 orang penghobi sepeda saja.

Seiring waktu dan makin diminatinya hobi bersepeda oleh masyarakat, tak sulit menjadikan komunitas RMB ini semakin berkembang dan makin banyak masyarakat yang ingin menjadi anggota RMB. Saat ini RMB sudah memiliki 60 anggota.

Menurut Hercules, awal didirikan, RMB masih komunitas sendiri-sendiri.


“Awal mula bersama kawan-kawan hanya kumpulan orang yang hobi bersepeda saja. Kebetulan mainnya juga sama, sering gowes di daerah Nongsa dan Batam Kota. Ya sudah, kami bersama rekan-rekan sepakat untuk membuat satu komunitas baru bersepeda atau gowes yang kami namai The Real Mountain Bikers (RMB),” ujarnya.

Selama 10 tahun berdiri, komunitas RMB ini sudah banyak menggelar sejumlah event. Baik yang bekerjasama dengan instansi swasta, maupun instansi pemerintah.

“Untuk menjadi anggota RMB, kami tak memungut biaya alias gratis. Intinya yang ingin masuk menjadi anggota RMB memiliki hobi bersepeda, menjalin silaturahmi, dan gowes bareng,” tuturnya.

Ia menjelaskan, RMB berlogo badak yang memilki arti hewan Badak memilki cula satu di depan yang jalannya selalu lurus dan tidak mengenal jalan buntu.

Anggota komunitas The Real Mountain Bikers (RMB) saat menjajal salah satu track di kawasan hutan di Kota Batam. Foto: RMB untuk batampos.co.id

“Semuanya di terabas. Intinya kami itu bersepeda, kemana saja go, ready. Kalaupun di depan tak ada jalan, mau nggak mau kami harus turun mengangkat sepeda. Begitulah seharusnya melintasi alam,” terangnya.

Di awal pembentukan komunitas RMB yang hanya sebatas penghobi sepeda, setelah menggelar beberapa kali event, lanjutnya, mampu mengubah image anggota komunitasnya yakni membantu memajukan sektor pariwisata di Batam maupun Kepri, serta memajukan dunia UMKM.

“Yang terakhir kami membuat event itu pada 13-14 Maret kemarin ini. Kami juga menggandeng para pelaku-pelaku usaha kecil untuk ikut serta di bazar makanan dan minuman yang kami gelar,” ujarnya.

“Jadinya kan sehatnya dapat, mampu mempromosikan Kota Batam dari sisi pariwisatanya, plus mengenalkan UMKM nya juga dapat,” katanya lagi.

Ia berharap, apabila pandemi Covid-19 berakhir, akan membuka peluang untuk pecinta olah raga sepeda masuk ke Kota Batam.

“Seperti komunitas dari Singapura, Malaysia, Thailand, serta Brunei. Itu sudah kami lakukan pada Batam outering 4 dan 5, sudah ke manca negara, termasuk ke Australia juga ada partisipannya,” tegas Hercules.

Pihaknya juga sudah beberapa kali menggelar event bekerjasama dengan instansi baik swasta maupun pemerintah di Batam seperti tanam pohon di Duriangkan misalnya.

Terakhir pihaknya bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Provinsi Kepri untuk XC Race series#1 di 2021 ini.

“Terakhir event yang kami gelar itu diikuti sebanyak 304 peserta dari perwakilan luar daerah Kepri seperti misalnya dari perwakilan ISSI Lumajang, Palembang, Jambi, Sumatera Utara, serta diikuti atlet dari Pekanbaru dan Aceh,” ujarnya.

XC Race yang sudah pernah digelar dan yang akan digelar di 2021 ini dengan Tajuk BATAM XC Race 2021, lanjutnya, bentuknya adalah perlombaan yakni memberikan wadah kawula muda untuk mengasah keterampilan, berlatih bersama, practice.

“Untuk next step selanjutnya, seperti yang sekarang ini persiapan untuk PON di 2024 nanti. Untuk yang Batam Outer Ring ( BOR) itu wisata plus endurance, karena panjang track yang harus dilintasi mencapai 120 km mengelilingi Batam dari pinggiran,” terangnya.

Untuk event di 2021 menurut Hercules, masih ada yakni Batam XC Race terdapat 4 Series. Series pertama sudah digelar, menyisakan tiga series lagi.

Series kedua akan digelar di bulan Juni nanti di Batam Hills, serti ketiga akan digelar di Tiban Track bohay. Sedangkan Series penutup nantinya digelar di Negeri Atas Angin di Tanjungpiayu pada bulan Oktober bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda nanti.

“Untuk even Batam XC Race, nanti pendaftarannya bulan April sudah launching untuk pendaftaran event kedua. Pendaftaran bisa dilakukan di toko-toko sepeda yang bekerjasama bersama kami, atau ke sekretariat Host di Batuaji, serta melalui online,” jelas Hercules yang juga menjabat sebagai Ketua umum di Batam XC Race 2021.

Hercules mengakui, event yang digelar RMB, selalu mendapat sambutan bagus dari KONI Kota Batam, begitu juga Pemko Batam dan Pemprov Kepri.(*)