batampos.co.id – Ada kebanggaan para guru jika murid yang dididik mendapat jalan sukses yang lebik baik. Terlebih jalan sukses itu bisa memberi pengaruh bagi kemajuan suatu daerah, tanah kelahirannya.

Nada-nada bangga dan bahagia terungkap saat Marlin Agustina Muhammad Rudi bersilaturahmi ke Karimun. Mereka bersyukur mantan muridnya sudah jadi Wakil Gubernur Kepulauan Riau. Perempuan pertama pula lagi yang ada dalam nakhoda memajukan Kepri.

“Alhamdulillah, mantan murid saya jadi wakil gubernur,” ucap syukur itu disampaikan Nasrial, Ketua Baznas Kabupaten Karimun, akhir pekan lalu.


Wagub Marlin Agustina saat bertemu gurunya di Karimun beberapa waktu lalu. (Foto:HumasPemprov)

Nasrial, mantan guru IPS, tepatnya Sosiologi di SMA Negeri 1 Karimun ini mendapat kesempatan berdiskui dengan Wagub Marlin saat itu. Sebelum mengajukan beberapa hal untuk kelancaran organisasinya, Nasrial mengungkapkan rasa bangganya.

Marlin pun menyambut antusiah kehadiran mantan gurunya dalam silaturahni dan diskusi itu. “Terima kasih Bapak dan Ibu guru telah mengajarkan saya banyak ilmu, sehingga saya bisa seperti ini,” Marlin memulai perbincangannya.

Marlin pun sudah mengagendakan kunjungan-kunjungan ke sekolahnya dulu di Karimun. Untuk diskusi dan memotivasi. Juga bercerita banyak hal, untuk semakin memajukan generasi muda Kepri.

Rupanya, tak hanya satu guru yang hadir saat itu. Wagub Marlin juga bertemu dengan mantan gurunya saat Sekolah Dasar.

“Pak Anwar Hasyim ini guru SD saya waktu dulu. Tanpa beliau mengajar saya tak akan menjadi seperti ini. Sampai sekarang kami masih berkomunikasi,” kata Marlin.

Anwar Hasyim saat ini diamanahkan sebagai Wakil Bupati Karimun untuk periode kedua. Yang secara sah sudah ditetapkan dan menunggu pelantikan nantinya.

Marlin memang lahir dan besar di Karimun. Saat ini pun rumah mereka masih ada di Gang Awang Nur, Baran, Kecamatan Meral.

Kata Marlin, kawasan Baran I, Baran II dan Baran III adalah daerah dia selalu bermain-main. Marli masih hafal seluk beluk kawasan ini mesti sudah lama bermastautin di Batam.

Malah, saat mengukuhkan organisasi pemuda di Meral, Marlin seperti ditodong sejumlah orang tua. Teman ayah dan ibunya waktu di Baran.

Walaupun yang dilantik organisasi pemuda, saat itu banyak orang-orang tua yang hadir. Seolah menanti kehadiran Marlin yang pulang kampung.

“Masih kenal kami tak,” kata beberapa orang tua sebelum Marlin meninggalkan daerah Baran.

Marlin pun menyebut nama bapak-bapak yang “menodong” kuis ingatan siapa mereka. Marlin menjawab pas, dan mereka tertawa. Lalu bernostalgia dan mengabadikannya dalam foto bersama.(*/uma)