batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menunjukkan keseriusannnya terhadap rencana pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana yanga ada di Kota Tanjungpinang. Hal ini terlihat dari paparannya saat memimpin Rapat Pembahasan Proyek-proyek Pembangunan di Kota Tanjungpinang di Ruang Kerja Gubernur lantai 4, Dompak, Kamis (25/3).

Saat ini menurut Gubernur Ansar Kota Tanjungpinang belum menunjukkan statusnya sebagai sebuah ibukota dari Provinsi Kepulauan Riau. Yang mana menurutnya Tanjungpinang saat ini masih kalah pamor dengan Kota Batam di kacamata masyarakat Indonesia pada umumnya.

“Tanjungpinang ini selalu kalah populer dari kota Batam. Orang mana saja ketika ditanya soal Kepri selalu dijawab Kota Batam, padahal ibukotanya itu Tanjungpinang. Apalagi yang paling membuat saya prihatin itu banyak sekali orang luar yang selalu tertukar antara kota Tanjungpinang dengan Pangkalpinang di Bangka Belitung. Kita harus bisa membuat Tanjungpinang ini memiliki pride sebagai ibukota Provinsi,” buka Gubernur Ansar.


Gubernur Ansar menilai kota Tanjungpinang memiliki banyak branding yang bagus. Tapi hal itu tidak diseimbangi dengan perkembangan infrastruktur yang menjadi salah satu standar utama dari penilaian kota yang bagus itu seperti apa.

“Tanjungpinang ini punya banyak julukan yang bagus dan elok, Kota Gurindam, Kota Pantun, Pulau Perdamaian Dunia di Penyengat. Julukan dan branding yang sudah dimiliki kota Tanjungpinang ini kalau diseimbangi dengan infrastruktur kota yang rancak pasti menaikkan nilai gengsi kita sebagai Ibu kota Provinsi,” ucap Gubernur Ansar.

Untuk itulah kemudian ia merencanakan untuk merevitalisasi beberapa objek-objek terkenal yang ada di kota Tanjungpinang. Salah satunya dalah pusat kuliner Akau Potong Lembu. Gubernur Ansar melihat Akau Potong Lembu yang sekarang membutuhkan penataan dan revitalisasi guna membuat kawasan itu tampak lebih rapi dan indah.

“Nantinya Akau Potong Lembu kita desain ulang, para penjual makanan disitu kita tata kembali tempat-tempatnya agar teratur. Malam hari mesti kita gemerlapkan disitu juga toko-toko yang berdekatan dengan akau kita yang bantu mengecatnya supaya kawasan itu lebih bersih lebih hidup. Kita biarkan tempatnya tetap terbuka seperti itu,” papar Gubernur Ansar.

Gubernur Ansar Ahmad saat memimpin Rapat Pembahasan Proyek-proyek Pembangunan di Kota Tanjungpinang di Ruang Kerja Gubernur lantai 4, Dompak, Kamis (25/3). (Foto:HumasPemprov)

Gubernur Ansar juga menginginkan salah satu ikon kota Tanjungpinang yang selama ini kurang mendapatkan pamornya yaitu Gereja Ayam untuk dipercantik kembali. Gubernur Ansar mempunyai visi ke depan agar Gereja Ayam nantinya bisa dijadikan tempat misa dan beribadah bagi turis-turis asing yang berkunjung ke Bintan dan Tanjungpinang.

“Nanti kita bersama-sama berkunjung ke Gereja Ayam sambil kita membawa konsultan yang mengerti bagaimana menghidupkan lagi tempat bersejarah ini. Kita poles dan kemas sedemikian rupa agar turis-turis Kristiani mempunyai minat datang kesana kita buat juga sejarah dan sinopsinya gereja ayam tersebut,” lanjut Gubernur Ansar.

Kota lama Tanjungpinang atau Jalan Merdeka dan sekitarnya pun tak luput dari rencana revitalisasi yang digagas oleh Gubernur Ansar. Gubernur Ansar mengaku terinsprasi dari Kota Melaka di Malaysia yang sukses membuat kota lama mereka menjadi cantik dan indah sehingga mempunyai daya tarik tersendiri bagi masyarakat luar.

Selanjutnya Gubernur Ansar menaruh perhatian khusus terhadap rencana pembangunan flyover di pintu masuk Pusat Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau di Dompak. Gubernur Ansar meminta kepada Dinas PUPR agar segera menyiapkan DED (Detail Engineering Design) flyover itu guna menggesa terealisasinya proyek tersebut.

“Kita harus segera siapkan segala kebutuhan terkait pembangunan flyover di pintu masuk Dompak itu, DED dan pembebasan lahannya harus dikaji dan diteliti. Sehingga tahun depan 2022 kita sudah bisa memulai untuk membangun flyover,” pinta Gubernur Ansar.

Bahkan menurut Gubernur Ansar dirinya nanti siap mengundang Menteri PUPR Basuki Hadimuljono untuk datang ke Kota Tanjungpinang guna meyakinkan pemerintah pusat membantu pendanaan pembangunan proyek-proyek infrastruktur di Tanjungpinang.

“Kemungkinan habis lebaran nanti saya mau membawa pak Basuki ke Tanjungpinang agar beliau melihat rencana-rencana proyek pembangunan di Ibukota ini seperti Taman Gurindam itu, Flyover Basuki Rahmat, dan pelebaran beberapa jalan yang ada di Tanjungpinang,” jelas Gubernur Ansar.

Gubernur Ansar menekankan bahwa kunci untuk pemerintah daerah meyakinkan pemerintah pusat agar mau membantu pembangunan di daerah adalah dengan pengerjaan yang serius dan menunjukkan hasil yang nyata. Sehingga kedepannya peerintah pusat tidak sungkan lagi mau mengucurkan dana pusat ke daerah.

“Waktu kita itu tidak banyak kita harus bergerak cepat. Sebenarnya mau membujuk pemerintah pusat itu mudah, kita buktikan ke mereka kalau kita serius dan tidak membuang kesempatan yang sudah diberikan ke kita. Jangan nanti pemerintah pusat sudah memberi lampu hijau dan infrastrukturnya sudah jadi, malah kita biarkan saja dan kita tidak rawat. Bagaimana kita mau meyakinkan pemerintah pusat nantinya,” tekan Gubernur Ansar.

Tampak yang hadir dalam rapat tersebut Asisten II Syamsul Bahrun, Kepala Dinas PUPR Abu Bakar, Kepala Dinas Permukiman Mahyudin, Kepala BP2RD Reni Yusneli, Plt. Kepala BPKAD Misbardi, Kepala Badan kesbangpol Lamidi dan beberapa perwakilan dari Pemko Tanjungpinang.(*/uma)