batampos.co.id – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Batam, Mochamad Mustofa, mengungkapkan bahwa rencana pemberian bantuan bahan pokok di tahun ini, ternyata tidak dianggarkan dalam APBD 2021.

Meski demikian, masyarakat masih bisa mendapatkan bantuan
paket bahan pokok melalui anggaran bantuan sembako 2020 lalu yang belum terealisasi sepenuhnya.

”Dananya bukan di Dinsos (Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Batam), tapi karena nomenklaturnya harus di sana, jadi disimpan di sana dulu,” katanya, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos, Sabtu (27/3/2021).


Terkait dengan anggaran itu digunakan atau tidak, nantinya
tergantung dari kebijakan Pemko Batam.

Ilustrasi. Rencana pemberian bantuan bahan pokok di tahun ini, ternyata tidak dianggarkan dalam APBD 2021. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Namun, ia mengingatkan bahwa penggunaan dana itu harus sesuai dengan aturan yang berlaku.

”Tapi yang jadi catatan sebenarnya, apakah ini masih layak atau tidak pembagian sembako untuk seluruh masyarakat atau lebih baik dijadikan program, karena saat pandemi ini, masyarakat sedang kesulitan ekonomi,” tuturnya.

Sementara mengenai jumlah dari anggaran bantuan sem bako yang tidak terealisasi itu, Mustofa mengaku tidak ingat secara pasti.

Namun, angkanya sekitar Rp 70 miliar sampai Rp 80 miliar.

”Itu sebenarnya untuk periode terakhir di 2020 kemarin. Tapi karena berbenturan dengan pilkada dan tidak boleh dijadlikan sebagai ajang politik, maka diundur setelah pilkada,” bebernya.

Mengenai anggaran yang masih sisa itu, ia menilai saat ini momentumnya tidak pas untuk membagikan sembako itu karena akan menjadi masalah.

Dan jika pembagian sembako itu tak wajib secara aturan, ia menyarankan anggaran itu digunakan untuk program lain.

”Misalnya untuk peningkatan ekonomi, bukan untuk pembagian sembako. Contoh, pembangunan dimulai Maret dan April. Tujuannya, penyerapan tenaga kerja, dari APBD uangnya bisa ke masyarakat karena pekerjaannya dari masyarakat, berputar ekonomi,” jelasnya.(jpg)