batampos.co.id – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, pemerintah tengah memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari berbagai dinas penghasil
dan pajak daerah.

Meskipun pandemi belum usai, ia berharap dinas terkait bisa melakukan upaya untuk memaksimalkan PAD tahun ini.

”Semua masih berproses. Kita tentu berharap ada hasil yang lebih baik tentunya dari tahun lalu. Objek pajak dioptimalkan, begitu juga dengan dinas penghasil,” kata dia,
Minggu (28/3/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.


Amsakar mengatakan, kondisi saat ini masih belum pulih. Pelaku usaha juga masih kesu-
litan memulihkan keadaan saat ini.

Salah satu objek yang selama ini menyumbang cukup besar adalah pariwisata. Namun, hingga kini mereka masih belum normal akibat pandemi.

”Meskipun begitu, kita masih berusaha bagaimana agar kegiatan yang bersifat nasional bisa dipusatkan di Batam. Cara ini salah satu agar pendapatan di sektor pariwisata bisa perlahan membaik,” ujarnya.

Begitu juga dengan pajak, karena keadaan memang banyak yang menunda pembayaran pajak. Namun, dinas terkait dalam hal ini Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) diharapkan bisa melakukan strategi agar pencapaian pajak lebih maksimal ke depannya.

Berdasarkan data dari siependa.batam.go.id, saat ini pencapaian PAD Batam sudah
mulai terlihat. Seperti, pajak hotel saat ini sudah tercapai 6 persen yaitu dari target Rp 114 miliar yang sudah diterima sebanyak Rp 7,6 miliar.

Pajak restoran dari target Rp 115 miliar sudah tercapai Rp 15 miliar, pajak tempat hiburan dari target Rp 33 miliar sudah tercapai Rp 2 miliar.

Selanjutnya, pajak reklame dari target Rp 14 miliar tercapai Rp 2 miliar.

”Belum ada yang mencapai 20 persen memasuki akhir triwulan pertama ini,” sebut Kepala BP2RD Batam, Raja Azmansyah.

Selain pajak, retribusi dari dinas penghasil juga belum menunjukkan capaian signifikan.

”Sebenarnya sudah masuk, namun belum diinput saja, Senin lah kami update untuk
datanya,” katanya.(jpg)