batampos.co.id – Pengantin baru, Titin Rahmala Densi, 22, ditemukan tewas gantung diri di rumah kontrakan yang berada di Perumahan Lobam Mas Asri, Kelurahan Tanjungpermai, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Sabtu (27/3) malam.

Kapolsek Bintan Utara, Kompol Suharjono membenarkan adanya seorang warga Seri Kuala Lobam yang ditemukan meninggal gantung diri. “Korban baru menikah dua bulan yang lalu, hanya suaminya tidak ikut korban pulang ke Lobam, karena suaminya ada kerjaan di Bengkulu,” ujarnya kepada Harian Batam Pos, Minggu (28/3).

Dia mengatakan, kejadian baru diketahui beberapa saat setelah suami korban, Ega Teguh Farenza menelepon abangnya di Lobam untuk melihat kondisi korban di rumah mereka.
“Suaminya mulai khawatir karena korban tidak menjawab telepon. Kemudian suaminya menelepon abangnya di Lobam dan abangnya menyuruh istrinya mengirim pesan ke korban, namun tidak dibalas juga,” ujarnya.


Kepada abangnya di Lobam, suami korban mengakui habis ribut dengan korban. “Dugaan sementara korban gantung diri karena cemburu dan korban mengira suaminya selingkuh,” ujarnya.

“Soalnya, korban sempat mengirim pesan whatsapp ke suaminya isinya tengok lah dengar ajo kau berita yo kalo bini kau dah mati,” ujarnya menambahkan.

Selang 30 menit tidak ada balasan, abangnya di Lobam curiga telah terjadi sesuatu. Kemudian abangnya bersama istrinya mendatangi rumah korban. “Pintu rumah terkunci, lampu teras mati namun lampu dalam rumah nyala,” ujarnya.

Kemudian, abangnya mendatangi tetangga korban untuk menanyakan keberadaan korban. Beberapa saat kemudian, abangnya tersebut meminjam pisau dapur untuk mencongkel jendela rumah korban. Usai masuk ke dalam rumah, langsung membuka pintu rumah yang terkunci dari dalam.

“Kemudian mereka dan Ketua RT masuk ke rumah dan menemukan korban dalam keadaan tergantung di pintu tengah antara ruangan keluarga dan dapur dengan selimut warna biru serta terikat di bagian leher,” ujarnya.

Tidak lama, polisi melakukan olah tempat kejadian. Jasad korban kemudian dievakuasi ke RSUD Engku Haji Daud (EHD) Tanjunguban. Dari olah tempat kejadian, dia mengatakan, korban ditemukan dalam keadaan tergantung dan leher terikat dengan selimut warna biru bermotif yang terhubung dengan lubang angin-angin ruangan.

“Ada kursi rias ditemukan samping korban dan handphone warna biru di lantai samping korban tergantung,” ujarnya.

Dia mengatakan, pihaknya juga mengecek isi handphone korban dan menemukan pesan whatsapp antara korban dan suaminya berisikan tulisan ‘tengok lah dengar ajo kau berita Yo kalo bini kau dah mati’.

“Dugaan sementara pertengkaran rumah tangga, kita simpulkan sementara korban cemburu karena suaminya akan selingkuh dengan wanita lain,” ujarnya.

Dia juga memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan karena sudah dilakukan visum di seluruh bagian tubuh korban. “Keluarga korban juga minta tidak dilakukan autopsi,” ujarnya.

Selanjutnya, jenazah korban dipulangkan ke kampung di Bengkulu, Minggu (28/3). (*/jpg)