batampos.co.id – Pengusaha mengeluhkan belum tersentuhnya sektor industri oleh program vaksinasi.

Padahal, industri menjadi tulang punggung perekonomian Batam. Bahkan, di saat pandemi Covid-19 melanda, sektor ini mampu bertahan, meski tak sedikit pekerja sektor ini terpapar Covid-19.

“Vaksinasi mandiri sendiri belum jelas. Ini jadi catatan bagi penanaman modal asing (PMA), kapan vaksinasi dilakukan untuk sektor industri,” ujar Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hioeng, Minggu (28/3/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.


Menyikapi keluhan pelaku industri itu, Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Kesehatan, mengakui vaksinasi belum menyasar sektor industri karena keterbatasan pasokan vaksin. Pasokan yang ada hanya untuk kelompok prioritas.

Ilustrasi kawasan industri di Kota Batam. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

“Memang banyak masyarakat yang ingin ikut divaksin. Namun, hal ini belum bisa dilaksanakan karena jumlah vaksin yang masih terbatas. Jadi, pemberian vaksin dilakukan berdasarkan skala prioritas,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam, Didi Kusmarjadi, Senin (29/3/2021).

Ia menyebutkan, kelompok prioritas ini antara lain, tenaga medis, pemuka agama, lansia, guru, pelaku wisata, dan wartawan.

Mereka sudah mulai diberikan vaksinasi. Sebagian sudah masuk ke vaksinasi tahap dua, dan mendapatkan sertifikat vaksinasi.

Vaksin yang diberikan saat suntikan pertama harus sama dengan yang kedua. Sebanyak 35 ribu dosis vaksin jenis AstraZeneca telah tiba di Batam, baru-baru ini.

Vaksin tersebut juga telah didistribusikan ke fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) agar dapat diberikan ke masyarakat. “Vaksin jenis AstraZeneca sudah digunakan,” kata dia.

Untuk pelaku industri, Didi menjelaskan pelaksanaannya masuk dalam program vaksinasi gotong royong. Hingga kini belum ada informasi lebih lanjut terkait vaksin untuk kalangan industri.

“Gotong royong itu maksudnya, pelaku industri atau pemilik perusahaan yang beli vaksinnya sendiri dan diberikan ke karyawan gratis,” ujarnya.

Mereka nanti langsung memesan dan membeli kepada Biofarma sebagai salah satu perusahaan yang memproduksi vaksin. Perusahaan boleh memesan vaksin sesuai dengan kebutuhan.

”Itu yang dimaksud dengan gotong royong. Jadi, perusahaan beli, kalau teknis lanjutannya seperti apa kami juga masih menunggu. Sebab informasi kadang berubah-ubah,” jelasnya.

HKI sebelumnya menuntut vaksinasi bagi pelaku industri diprioritaskan juga. Mulai dari staf manajerial, hingga buruh kontrak.

Persoalan ini juga terkait dengan staf ahli atau jajaran direksi PMA yang kebanyakan berasal dari Singapura. Mobilitasnya antara Batam-Singapura memang terhambat sejak pandemi Covid-19 terjadi.

“Misalnya, ekspatriat ini warga Singapura. Ketika sudah divaksin dua kali, apakah sudah boleh masuk ke Kepri tanpa tes PCR dan karantina. Di Tiongkok, boleh masuk tanpa lakukan karantina,” paparnya, Minggu (28/3/2021).(jpg)