batampos.co.id – Pemerintah sudah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama SKB 4 Menteri tentang sekolah pembelajaran tatap muka. Sebelum itu dilakukan, sekolah diminta memahami panduan dari Center of Disease Control (CDC) Amerika Serikat yang baru saja mereka perbarui pada 19 Maret 2021 beberapa hari yang lalu.

“Mereka (CDC) memperbarui aturan ini berdasar perkembangan bukti ilmiah terbaru tentang kemungkinan berapa jarak penularan yang mungkin terjadi pada berbagai keadaan,” kata Ahli dan Mantan Direktur Penyakit Menular Prof Tjandra Yoga Aditama dalam keterangan tertulis, Selasa (30/3).

Panduan yang baru ini menyebutkan tentang jaga jarak di sekolah harus menerapkan jarak aman. Pada SD, SMP, dan SMA yang berada di area penularan yang rendah, sedang, dan cukup, setidaknya mereka harus jaga jarak 3 feet atau sekitar 1 meter. Pada area dengan penularan masyarakat yang tinggi maka jarak antar murid sebaiknya 6 feet atau 1,8 meter.


Jarak ini harus tetap dijaga antara orang dewasa (guru dan staf sekolah), dan antara orang dewasa dan murid di sekolah. Dianjurkan juga agar barang-barang tidak penting dikeluarkan dari kelas dan dilakukan modifikasi untuk menjamin jaga jarak antar murid terlaksana. Tamu yang datang ke sekolah juga harus dibatasi.

CDC Amerika juga memberi empat panduan lain yakni:

1. Perlu diatur jam giliran sekolah supaya tidak terlalu penuh murid di sekolah pada suatu waktu tertentu.

2. Berbagai aturan rinci lain tentang penggunaan masker dan cuci tangan,

3. Kebersihan lingkungan, bangku, kelas dan sekolah,

4. Prosedur kemungkinan tes dan penelusuran kasus bila diperlukan.

“Kesimpulannya kalau memang sekolah akan dibuka, maka persiapan amat matang memang perlu dilakukan. Perlu dilakukan kebijakan berdasar dua hal yaitu perkembangan ilmu pengetahuan terkini, yang memang cepat berubah dari waktu ke waktu dan situasi epidemiologi terkini di daerah itu,” tutupnya.(jpg)