batampos.co.id – Kementerian Agama menyatakan pihaknya telah menyiapkan skenario penyelenggaraan haji 1442 H/2021 M. Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Ramadhan Harisman, ada enam skenario berbasis kuota yang telah disiapkan oleh tim manajemen krisis terkait persiapan haji.

“Tim krisis telah menyusun skenario untuk kuota 100 persen, 50 persen, 30 persen, 20 persen, 10 persen, dan 5 persen,” jelas dia dalam keterangannya, Rabu (31/3).

Selain kuota, skenario juga dibuat berbasis penerapan protokol kesehatan (prokes). Artinya, masing-masing skenario kuota dibuat dalam skema penerapan prokes dan tanpa penerapan prokes.


“Skenario yang disiapkan juga mempertimbangkan adanya pembatasan rentang usia dan tanpa pembatasan rentang usia,” terangnya.

Besaran kuota akan berpengaruh pada lama masa tinggal. Semakin banyak kuotanya, semakin lama masa tinggal jamaah. “Jumlah kuota juga berdampak pada aspek biaya yang saat ini sedang dibahas bersama oleh Tim Ditjen PHU dengan Panja Komisi VIII DPR,” tuturnya.

Kata dia, skenario ini sudah mempertimbangkan waktu persiapan yang tersedia. Sebab, hingga saat ini belum ada informasi resmi tentang kuota dari Arab Saudi. “Pemerintah dan DPR berkomitmen, berapapun kuotanya, kami siap melaksanakan. Seluruh skenario sudah kami susun hingga detail, seperti amanah Menag,” sambungnya.

Adapun, salah satu aspek yang menjadi pertimbangan dalam penyusunan skenario adalah kebijakan penyelenggaraan haji 2020 yang ditetapkan oleh Arab Saudi. “Dari pelajaran 2020, kami susun skenario yang terus berkembang sesuai perjalanan waktu,” tandasnya.(jpg)