batampos.co.id – Kepala SMPN 43, Sahir, membenarkan penghentian belajar tatap muka karena ada siswanya yang positif Covid-19.

“Iya, ada satu siswa terpapar,” katanya, Selasa (30/3/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Sahir menjelaskan, berdasarkan keterangan pihak puskesmas, orangtua siswa melaporkan diri, Kamis (18/3/2021) lalu, bahwa ia memiliki gejala Covid-19, sehingga dilakukan tes usap.


Namun, selama proses pengambilan tes usap hingga hasilnya keluar, anaknya yang duduk di kelas IX-C masih tetap bersekolah seperti biasa, sebab yang bergejala cuma orangtuanya.

Lalu, Selasa (23/3/2021) hasil tes usap orangtua siswa itu keluar, dan hasilnya positif.

“Mulai Selasa (23/3/2021) itu juga, anak didik kami itu sudah tidak bersekolah lagi. Dia juga menjalani tes swab, Rabu (24/3/2021). Hasilnya keluar Jumat (26/3/2021), positif,” ujarnya.

Sahir pun melaporkan kejadian ini ke Puskesmas Baloi Permai, persis di samping SMPN 43. Petugas puskesmas menanyakan interaksi siswa terpapar ini selama proses belajar mengajar.

Sahir mengaku, selama proses belajar mengajar, tidak ada kontak fisik. Selain itu, seluruh siswa selalu menggunakan
masker.

“Hasil tracing tidak terjadi kontak, selama proses belajar mengajar ini jarak antarsiswa 2 meter, para siswa tidak boleh ke meja temannya, tidak ada kontak fisik seperti pinjam meminjam alat tulis,” tutur Sahir.

Dari hasil pemeriksaan ini, kata Sahir, pihak puskesmas memutuskan tidak terjadi penularan.

Walaupun proses belajar mengajar masih diperbolehkan, Sahir pun memutuskan melakukan karantina selama 14 hari.

Semua siswa kembali belajar daring dan karantina mandiri di rumah masing-masing.

“Kami ambil jalan aman saja,” ucapnya.(jpg)