batampos.co.id – Lansia menjadi salah satu kelompok prioritas untuk divaksinasi Covid-19 karena rentan sakit parah jika terpapar virus tersebut. Untuk mengantisipasi hal itu, Kementerian Kesehatan mengulirkan program di mana 1 orang diminta mengajak 2 lansia untuk divaksinasi.

Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, program ini termasuk untuk populasi umum dan petugas sektor publik. Sehingga seluruh lansia bisa cepat divaksinasi.

“Kami perlu mengejar ketinggalan (vaksinasi) pada lansia. Jadi fokus kami adalah pada lansia dan guru. Saat ini (masyarakat, Red) diminta membawa lansia (untuk vaksin). Ini yang penting, karena lansia perlu ditolong,” tegas Nadia kepada JawaPos.com.


Dalam keterangan Kemenkes, pemerintah mengklaim berupaya terus mempercepat cakupan vaksinasi bagi lansia. Model baru pelaksanaan vaksinasi diperlukan untuk mempercepat capaian vaksinasi tersebut. Vaksinasi lansia dan petugas pelayanan publik menjadi prioritas penyuntikan tahap kedua setelah sebelumnya vaksinasi terhadap tenaga kesehatan.

Masalahnya, pelaksanaan vaksinasi pada lansia dinilai lambat. Hal tersebut disebabkan beberapa faktor, di antaranya kondisi kesehatan fisik lansia.

“Memang saya ingin fokus ke lansia namun lansia ini agak sulit juga memvaksinnya, ada yang ragu-ragu datang, mereka nggak lebih mobile dari yang lebih muda,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Untuk mengatasi hal tersebut, Budi mengatakan, diperlukan model baru pelaksanaan vaksinasi bagi lansia agar mereka nyaman untuk segera disuntik. Model baru pelaksanaan vaksinasi yang sudah berjalan berupa sentra vaksinasi.

“Kita bikin sentra-sentra vaksinasi dan mendorong kerja sama-kerja sama dengan institusi yang bisa akses ke lansia seperti organisasi masyarakat keagamaan,” tuturnya.

Baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah bertugas mengoptimalkan vaksinasi bagi lansia. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19 terutama bagi kelompok lansia. Saat ini secara nasional, capaian vaksinasi lansia lebih rendah yakni 1,3 juta orang daripada capaian vaksinasi petugas publik yang mencapai 3,9 juta orang.

Ada lima provinsi dengan jumlah lansia paling banyak, namun capaian vaksinasinya masih rendah. Lima provinsi itu adalah Jawa Barat dengan 4,4 juta lansia dengan capaian 133 ribu vaksinasi; Jawa Tengah 3,1 juta lansia dengan capaian 299 ribu; Jawa Timur 2,5 juta lansia dengan capaian 138 ribu; Sumatera Utara 1,2 juta lansia dengan capaian 35 ribu; dan Banten 1,1 juta Lansia dengan capaian 44 ribu.(jpg)