batampos.co.id – Tiga siswa di tiga sekolah di Batam terpapar virus Covid-19 tanpa gejala (OTG) ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi saat ini menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

”Kondisinya baik seperti anak-anak biasa. Nggak ada sakit atau semacamnya,” ujar Didi, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos, Kamis (1/4/2021).

Untuk ketiga sekolah tempat siswa tersebut menimba ilmu,
lanjut Didi, saat ini ditutup sementara waktu.


Penutupan ditetapkan selama 10 sampai 14 hari. Setelah itu akan dievaluasi untuk ditetapkan apakah akan dibuka belajar tatap muka kembali.

”Tentu akan kami evaluasi. Polanya ketika tidak ada penularan lagi dan dirasa sudah aman, Baru dibuka lagi,” jelasnya.

Suasana SMPN 43 Batam di Batam Kota terlihat sepi, Selasa (30/3/2021). Proses belajar tatap muka sekolah tersebut dihentikan sementara dikarenakan ada siswa yang terpapar Covid-19. Foto: Cecep Mulyanan/Batam Pos

Didi juga mengimbau kepada orangtua untuk tetap menjaga protokol kesehatan.

Sebab dari kasus yang ditemukan ini, ketiga siswa itu terinfeksi dari orangtuanya sendiri.

”Pindah ke anaknya. Makanya ketika orang itu tertular lalu pindah ke anaknya. Protokol kesehatan ini penting,” bebernya.

Disinggung mengenai rekomendasi agar belajar tatap muka dihentikan dulu di zona merah, Didi menjawab, zona merah di Batam berbeda dengan zona merah daerah lain yang ditetapkan secara keseluruhan.

”Kita di Batam di atas 21 orang saja yang dirawat sudah zona
merah. Sementara bila melihat kasus per hari masih di angka belasan orang dan belum termasuk yang mengkhawatirkan. Berbeda jika nanti kasus naik 60 orang per hari baru kita bisa mengeluarkan rekomendasi ini,” jelas Didi.

Terkait pembukaan belajar mengajar tatap muka di sekolah sendiri, ia mengaku tidak serta merta bisa dibuka begitu saja.

Melainkan ada sejumlah kriteria yang menjadi bahan pertimbangan. Semisal, jumlah kasus aktif positif, ketersediaan
rumah sakit, dalam artian pasien yang dirawat tak membludak,
jumlah kasus aktif.

”Di Batam kita sudah memenuhi kriteria ini, makanya sekolah dapat dibuka,” pungkasnya.

Diketahui, sebanyak tiga sekolah di Batam ditutup setelah siswanya terkonfirmasi positif Covid-19.

Ketiga sekolah itu adalah SMPN 43 Batam, SMP Negeri 1 Belakangpadang dan SD Negeri 04 Sekanak Raya.(jpg)