batampos.co.id – Bandara Internasional Hang Nadim Batam resmi menggunakan metode uji Covid-19 menggunakan alat GeNose mulai Kamis (1/4/2021) hari ini.

Setiap penumpang yang akan terbang melalui Bandara Hang Nadim, wajib uji GeNose jika tak mengantongi hasil uji antigen atau PCR.

”Tempatnya sudah dipasang, besok (hari ini, red) sudah bisa digunakan untuk umum,” ujar General Manager BUBU Hang Nadim, Benny Syahroni, Rabu (31/3/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.


Tata cara pelaksanaannya sangat mudah. Cukup meniup ke balon atau kantong khusus, lalu hasilnya akan keluar dalam 5 menit.

Petugas mempersiapkan peralatan pemeriksaan genose bagi penumpang di Bandara Hang Nadim, Batam, Rabu (31/3/2021). Bandara Hang Nadim Batam akan menerapkan pemeriksaan genose mulai 1 April 2021. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Jika positif, maka akan dilanjutkan rapid antigen. ”Biaya uji GeNose ini juga murah, berkisar Rp 30 ribu sampai Rp 40 ribu,” sebut Benny.

Agar tak terjadi antrean panjang, Bandara Hang Nadim Batam menyediakan enam bilik uji GeNose. Setiap penumpang hanya butuh waktu sekitar 3-5 menit untuk mengetahui hasil uji GeNose tersebut.

Kemarin, kesiapan penerapan GeNose sudah diuji coba. Mulai dari kesiapan ruangan, alat, dan sumber daya manusia (petugas).

Bahkan sudah dilakukan simulasi oleh para petugas, sehingga sudah benar-benar siap.

Seperti diketahui, berdasarkan Surat Edaran (SE) 12 tahun 2021 oleh Satgas dan SE Kementerian Perhubungan nomor 26/2021, GeNose ini berlaku untuk satu kali 24 jam.

Agar pelaksanaan tertib, Benny menyarankan calon penumpang datang dua jam lebih awal sebelum keberangkatan.

”Kalau dari segi efisiensi, bisa dilihat antara GeNose dan antigen. Waktunya singkat dan biayanya murah. Prosesnya juga mudah. Namun, kita juga akan lihat ke depan bagaimana animo masyarakat menyambut ini,” ujar Benny.

Ia menambahkan, berdasarkan SE tersebut, tidak membatasi bagi calon penumpang memilih test bebas Covid-19. Tetap boleh menggunakan antigen, PCR, dan GeNose.

”Jadi, selagi memiliki salah satunya, langsung dilayani petugas KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan). Kita juga akan koordinasi ke RSBP apakah mereka menyediakan fasilitas antigen atau GeNose saja,” tutupnya.(jpg)