batampos.co.id – Suasana mencekam terasa di Mabes Polri kemarin (31/3). Teroris bernama Zakiah Aini (ZA), 25, melakukan aksi penembakan di dalam kompleks Mabes Polri, tepatnya di pos penjagaan gerbang utama. Posisinya dekat dengan Gedung Utama Mabes Polri yang menjadi ruang kerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono.

Penyerangan itu terjadi sekitar pukul 16.30. Dari video yang beredar, terlihat teroris tersebut berjalan dari arah gerbang belakang Mabes Polri.

Dia membawa amplop atau map berwarna kuning dan tas kecil warna hitam. Lalu, teroris itu mengambil sesuatu dari dalam tas. Diduga senjata laras pendek.


Dia lantas menuju pos penjagaan gerbang utama. Dua anggota polisi terlihat mendekat. Namun, mereka langsung menghindar saat teroris tersebut mengacungkan senjata api. Teroris itu lalu menembak ke beberapa arah sembari berjalan. Tidak berapa lama, dia roboh tergeletak di jalan, dekat pos penjagaan. Tewas tertembus peluru polisi.

Tak lama kemudian, tampak petugas berjaga di lokasi kejadian. Sempat terlihat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di lokasi itu. Dia mengamati jenazah teroris.

Setelah kejadian itu, keamanan ditingkatkan di kompleks Mabes Polri. Petugas bersenjata laras panjang menyisir kompleks tersebut. Bahkan, area pagar luar juga disisir petugas bersenjata laras panjang.

Setelah insiden tersebut, Kapolri menggelar konferensi pers. Menurut dia, tindakan tegas telah dilakukan terhadap pelaku teror yang beraksi di Mabes Polri. ”Kronologinya dimulai sekitar pukul 16.30,” jelasnya.

Zakiah Aini yang ditembak mati polisi karena menyerang Mabes Polri. Dia diduga terpapar paham ISIS. Zakiah Aini diduga membawa airgun Hingga kemarin belum diketahui asal senjata tersebut. (MABES POLRI)

Teroris perempuan itu masuk melalui pintu belakang Mabes Polri. Dia lalu berjalan ke arah pos gerbang utama. ”Kepada penjaga pos, yang bersangkutan bertanya letak kantor pos. Namun, beberapa saat dia kembali ke pos penjagaan itu,” urainya.

Pelaku lantas menyerang petugas di pos penjagaan. Jenderal Listyo Sigit mengatakan, pelaku menembak sebanyak enam kali. Perinciannya, 2 tembakan ke arah pos penjaga, 2 tembakan ke arah luar, dan 2 tembakan ke petugas di belakangnya. ”Yang kemudian direspons dengan tindakan tegas dan terukur,” jelasnya.

Menurut dia, dari hasil olah tempat kejadian perkara, ditemukan identitas yang bersangkutan. Perempuan itu berinisial ZA, 25, dengan alamat di Jalan Lapangan Tembak, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur. ”Kami cek sidik jari dan face recognition, hasilnya sesuai,” paparnya.

Dia menegaskan, berdasar hasil profiling diketahui bahwa pelaku merupakan lone wolf atau pelaku tunggal aksi teror. Pelaku berideologi radikal. Itu dibuktikan dari unggahan di akun media sosialnya. ”Pelaku mantan mahasiswa salah satu kampus dan drop out di semester V,” jelasnya.

ZA memiliki akun Instagram yang baru mem-posting 21 jam sebelum kejadian. Dalam unggahan itu, terdapat bendera ISIS, surat wasiat, dan tulisan perjuangan jihad. Pelaku juga sempat berpamitan di grup WhatsApp keluarganya. ”Saya perintahkan Kadensus untuk mendalami dan mengusut tuntas kelompok ini,” tuturnya.

Dia mengatakan, anggota Polri diharapkan memberikan pelayanan total ke masyarakat. Namun, harus tetap berhati-hati dan mewaspadai serangan teroris.

Sementara itu, kemarin beredar foto senjata yang digunakan teroris tersebut. Terdapat tiga foto. Pertama, foto ZA yang tergeletak dengan senjata di sampingnya. Lalu, foto perbesaran senjata. Pada bagian pegangan senjata, tampak tabung kecil berwarna silver. Lalu, terdapat foto air gun beserta tabungnya yang mirip dengan yang dibawa teroris tersebut. Karena itu, teroris tersebut diduga tidak membawa senjata api, tapi air gun. Ada juga foto kartu anggota Perbakin milik ZA. Mabes Polri belum berkomentar soal air gun yang digunakan teroris tersebut.

Dengan lolosnya teroris masuk ke kompleks Mabes Polri, keamanan kantor Korps Bhayangkara itu memang perlu dievaluasi. Untuk masuk ke Mabes Polri, ada empat gerbang. Dua gerbang utama yang posisinya di depan terletak di Jalan Trunojoyo. Satu gerbang utama terletak dekat dengan perempatan Jalan Trunojoyo-Jalan Adityawarman. Gerbang utama kedua yang menjadi lokasi penembakan berada di dekat gedung Bareskrim.

Dua pintu gerbang utama berada di bawah Flyover Busway Transjakarta. Kendati menjadi lokasi penembakan, sulit untuk teroris yang menyerang Mabes Polri masuk lewat dua gerbang utama. Sebab, dua gerbang itu tidak digunakan untuk umum. Hanya Kapolri dan petinggi Polri yang bisa keluar masuk dua gerbang tersebut.

Lalu, pintu samping di Jalan Pattimura biasanya digunakan untuk anggota Polri yang beraktivitas menuju gedung TNCC Mabes Polri atau Museum Polri. Terakhir, satu pintu belakang yang biasa digunakan tamu di Jalan Raden Patah.

Untuk masuk melalui pintu belakang itu, memang terdapat pemeriksaan. Ada alat X-ray security scanner yang bisa mendeteksi barang bawaan. Jawa Pos sudah berkali-kali masuk melalui pintu belakang tersebut. Barang bawaannya juga sering diperiksa. Dari pintu belakang itulah, teroris diduga masuk ke kompleks Mabes Polri. Dia kemudian berjalan menuju gerbang utama yang terdapat pos penjagaan dekat gedung Bareskrim.

Rumah Zakiah Aini di Ciracas, Jakarta Timur, digeledah polisi tadi malam. Polisi juga mengintrogasi keluarga Zakiah. (DASRIL ROZSANDI/AFP)

Tadi malam sekitar pukul 19.40 polisi menggeledah rumah ZA. Sekeliling rumah juga dipasangi police line. Sejumlah petugas tampak berjaga di rumah tersebut. Pantauan Jawa Pos, di dalam rumah tampak beberapa orang duduk di sofa. Sepertinya ada petugas yang sedang bertanya kepada keluarga pelaku.

Berdasar keterangan beberapa warga sekitar, Zakiah dikenal sebagai perempuan yang kurang bergaul dan tertutup kepada warga. Dalam penggeledahan itu, diketahui Zakiah meninggalkan surat wasiat kepada keluarganya. Beberapa kalimatnya antara lain: Kepada orang yang saya cintai. Wahai mamaku, maafkan Zakiah yang belum pernah membalas pemberian keluarga. Mama dan ayah jangan lupa senantiasa beribadah. Semoga semua nanti dikumpulkan di dalam surga.

Dalam surat itu Zakiah juga meminta keluarganya tidak berutang ke bank untuk menghindari riba. Terdapat informasi bahwa keluarga sebenarnya menemukan surat wasiat tersebut sebelum kejadian.(jpg)