batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, meminta para guru untuk rewel kepada para siswa dalam hal penerapan protokol kesehataan saat proses belajar tatap muka.

“Kalau sekolah tatap muka ini bermasalah, akan jadi susah. Ini kepentingan kita, dari level bawah ke atas. Saya titip anak-anak, guru harus rewel tak masalah yang penting protokol kesehatan diterapkan,” katanya saat meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi para guru gelombang ketiga di Golden Prawn, Senin (5/4/2021).

Ia meminta para guru agar terus mengingatkan siswa untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan di sekolah yang sudah menggelar belajar tapa muka.


Pasalnya, ia tak ingin sekolah justru menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Ia mengatakan, pihaknya sudah mengecek langsung beberapa sekolah di Batam. Ia tak memungkiri masih terdapat beberapa sekolah lengah seperti masih adanya pedagang yang berada di sekitar sekolah.

“Guru harus tegas agar sekolah tatap muka kita pertahankan. Jangan anggap remeh sekolah tatap muka ini, protokol kesehatan di sekolah harus diperketat,” katanya.

Selain itu, ia mengapresiasi antusias guru yang mengikuti vaksinasi Covid-19. Ia berharap, ke depan stok vaksin untuk Batam akan terus bertambah demi mengejar target vaksinasi Covid-19 di Batam.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, saat meninaju vakinasi Covid-19 tahap ketiga kepada para guru di Kota Batam. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

“Kebetulan ada Bu Wagub (Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina) semoga distribusi vaksin lancar,” ujar Wali Kota.

Permintaan Rudi langsung direspons Marlin. Ia mengatakan, Batam yang jumlah penduduknya sangat tinggi tentu jumlah vaksin akan terus ditambah.

Bahkan, belum lama ini, Kepri mendapat 50 ribu vaksin dan Batam kebagian 35 ribu vaksin.

“Dengan antusias tinggi ini, akan menjadi laporan ke pusat agar distribusi vaksin ke Kepri terus ditambah,” kata Wagub.

Selain itu, Marlin juga mengiatkan para guru tetap menerapkan protokol kesehatan meski sudah divaksin Covid-19.

“Kalau ada yang mengalami KIPI, itu normal jangan dianggap berlebihan. Semoga dengan vaksinasi ini permasalahan Covid-19 di Kepri segera tuntas,” katanya.

Di lokasi sama, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Hendri Arulan, menyebutkan, vaksinasi kali ini merupakan gelombang ketiga.

Sebelumnya sudah divaksin 2.200 guru di Sekolah Yos Sudarso, kemuian gelombang kedua sebanyak 1.224 guru divaksin di sekolah Pelita Utama, dan kali ini gelombang ketiga 3.445 guru divaksin dari tiga kecamatan; Batamkota, Batuampar, dan Bengkong.

“Vaksinasi bagi guru terus dilaksanakan, targetnya 16 ribu guru termasuk guru yang dibawahnnaungan Kementerian Agama dari tingkat TK hingga SMA,” ujar Hendri.(esa)