batampos.co.id – Pemko Batam berencana untuk melanjutkan program sembako gratis untuk masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Tahun ini pemerintah kembali menyiapkan anggaran untuk sembako Covid-19 ini.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, sebelumnya program serupa sudah dijalankan tahun lalu, tidak saja Pemko Batam, bantuan juga berasal dari Badan Pengusahaan (BP) Batam, hingga Pemerintah Provinsi Kepri.


Bantuan ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak.

”Kita sudah anggarkan tahun ini. Namun kalau untuk sejauh
mana prosesnya masih berjalan. Karena ada beberapa hal yang
harus diubah, karena anggaran belum tersedia,” ujarnya, Minggu (4/4/2021).

Ilustrasi. Sejumlah warga membeli sembako murah yang digelar Disperindag Kota Batam beberapa waktu lalu. Foto diambil sebelum pandemi Covid-19. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Beberapa proyek yang direncanakan tahun ini memang masih dalam tahap lelang. Sembako Covid-19 ini merupakan salah satu yang melalui proses lelang, namun sepertinya belum bisa.

Menurutnya masih ada beberapa hal yang harus disiapkan, termasuk melihat ketersediaan anggaran.

Seperti diketahui, akibat pandemi pendapatan asli daerah terjun bebas dari target yang diharapkan.

Menurutnya, meskipun sembako gratis masih dalam proses persiapan, pemerintah menyiapkan beberapa program yang berkaitan dengan sembako.

Pertama, sembako murah yang akan digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam. Sebanyak 35.200 paket sembako murah akan segera didistribusikan untuk masyarakat.

”Jadi, cukup dengan Rp 50 ribu, masyarakat bisa dapat beras 5 kilogram (kg), minyak 2 liter, dan gula. Harga ini sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah, sehingga masyarakat bisa mendapatkan sembako dengan harga yang lebih murah tentunya,” ujarnya.

Program ini merupakan agenda tahunan yang digelar pemerintah daerah. Menurutnya, meskipun di tengah pandemi, pemerintah daerah tetap berupaya agar bisa membantu meringankan beban masyarakat.

”Inilah yang kita harapkan, jadi fokus pemerintah tetap memprioritaskan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, menjelang bulan puasa, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) juga akan menggelar bazar murah.(jpg)