batampos.co.id – Jumlah korban meninggal yang ditemukan dalam musibah banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 84 orang. Selain itu, korban hilang yang masih dicari mencapai 71 orang.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyebut, tim SAR gabungan dari sejumlah elemen masih melakukan pencarian terhadap 71 orang yang masih hilang.

“Korban yang telah ditemukan itu 84 orang dan yang masih dalam pencarian itu sebanyak 71 orang. Suatu angka yang sangat besar sekali,” kata Doni dalam konferensi pers, Senin (5/4).


Atas musibah yang menelan banyak korban tersebut, Doni menyampaikan duka cita. Dia berharap keluarga korban bisa tabah dan sabar.

“Pada kesempatan ini mari kita berdoa kepada korban yang telah wafat diberikan sisi yang terbaik. Dan, keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” sambung jenderal TNI bintang tiga itu.

Doni memastikan sampai saat ini pihaknya melakukan pencarian terhadap 71 korban yang belum ditemukan. Dalam pencarian dan evakuasi korban di NTT, BPBD dibantu relawan lokal dan tim medis.

“Langkah awal yang sudah dilakukan di lapangan baik tim yang ada di daerah, tim kesehatan, relawan lokal yang telah bekerja keras. (Tim) mencari dan menemukan jenazah, kemudian juga melakukan perawatan kepada pasien yang luka-luka,” urai Doni.

Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi menambahkan, bencana di wilayahnya dipicu oleh cuaca ekstrem. Josef Nae Soi mengamini bahwa 71 warganya belum ditemukan.

“Yang meninggal total seluruhnya itu 84 korban dan yang lagi dalam pencaharian yang tertimbun dan sebagainya Itu ada 71 orang,” ujar Josef.

Josef mengatakan, siklus tropis seroja mengibatkan peristiwa alam terjadi di NTT. Tidak tanggung-tanggung, hampir seluruh kabupaten di NTT terdampak bencana.

“Memang dampak dari siklus tropis seroja ini sangat besar sekali, dampaknya hampir seluruh kabupaten yang ada di Nusa Tenggara Timur mendapat dampak,” beber Josef.

“Eskalasinya ada yang ringan, sedang dan berat. Yang berat itu ada delapan kabupaten, antara lain Flores Timur, Lembata, Kota Kupang, Sumba Timur, Alor dan Malaka ini yang berat. Kota Kupang dan Kabupaten Kupang juga sangat luar biasa,” pungkas Josef.(jpg)