batampos.co.id – Aktivitas di Pelabuhan Internasional Batam Center masih terpantau sepi hingga Senin (5/4). Tidak ada tanda-tanda peningkatan penumpang, baik di kedatangan maupun di keberangkatan.

Manajer Operasional Pelabuhan Internasional Batam Center, Nika Astaga, mengatakan, hingga tri semester pertama 2020, aktivitas kedatangan dan keberangkatan penumpang masih sepi. Hal itu dikarenakan masih adanya pembatasaan jalur masuk Singapura dan Malaysia.

”Masih sama sejak pandemi Covid-19, tak ada peningkatan,” ujar Nika kepada Batam Pos, Senin (5/4).


Dikatakannya, jalur keluar masuk Pelabuhan Internasional menuju Singapura masih didominasi pekerja memiliki permit. Sedangkan jalur ke Malaysia didominasi pekerja migran Indonesia (PMI) yang dideportasi.

”Kalau dari Singapura masih ada, jumlahnya tak banyak. Kalau dari Malaysia cuma yang datang saja dan itu statusnya PMI yang dideportasi,” imbuh Nika.

Menurut dia, untuk kapal tujuan Singapura – Batam dan sebaliknya itu hanya satu kapal per hari. Sedangkan kapal Malaysia-Batam jadwalnya tidak setiap hari.

”Penumpang ke Singapura atau datang, itu paling belasan orang. Khusus Malaysia itu cuma untuk kapal datang yang membawa PMI yang dideportasi, jumlahnya berbeda-beda, ada 120 orang, ada 50 orang,” pungkasnya. (*/jpg)