batampos.co.id – Singapura mewajibkan pelancong yang bepergian ke negara itu untuk membagikan hasil tes Covid-19 sebelum keberangkatan dengan maskapai penerbangan dan staf imigrasi pada saat kedatangan.

Penunjukan sertikasi kesehatan digital itu menggunakan International Air Transport Association (IATA) Travel Pass mulai Mei saat negara Asia Tenggara mengambil langkah untuk membuka kembali perbatasannya.

Aplikasi International Air Transport Association (IATA) adalah solusi digital yang dapat digunakan oleh orang-orang untuk menyimpan hasil tes Covid-19 dari laboratorium terakreditasi.


Aplikasi yang diujicobakan oleh lebih dari 20 maskapai penerbangan termasuk Singapore Airlines akan tersedia untuk diunduh pada paruh kedua bulan ini.

IATA berharap solusi tersebut akan membantu mendorong adopsi sertifikat kesehatan digital.

“Saat kami bekerja untuk membangun kembali hub udara Changi dengan aman, kami akan terus mencari solusi lain yang dapat memberikan cara yang sama amannya dan dapat diverifikasi untuk berbagi sertifikat kesehatan untuk perjalanan internasional yang aman,” kata Direktur Jenderal Otoritas Penerbangan Sipil Singapura Kevin Shum seperti dilansir dari Executive Traveller, Selasa (6/4/2021).

Kasus Covid-19 di Singapura kini terkendali. Berdasar itu, Singapura fokus beralih ke vaksinasi dan pembukaan kembali perbatasan.

Perjalanan internasional sangat penting bagi perekonomian dan prospek keuangan Singapore Airlines.

Pembicaraan sedang berlangsung dengan Hongkong dan Australia untuk memulai membuka perjalanan yang akan menggantikan karantina wajib dengan tes sertifikat vaksinasi.

Singapura akan memperluas vaksin untuk anak di bawah 45 tahun mulai Juni dan mempertahankan jadwal akhir 2021 untuk memvaksinasi semua orang. Sekitar 1,05 juta orang, atau 18,4 persen populasi, telah menerima dosis pertama.

Singapura juga sedang menjajaki pengakuan bersama atas sertifikat vaksinasi dengan beberapa negara dan wilayah, Menteri Transportasi Ong Ye Kung mengatakan inisiatif ini dapat berbentuk fisik atau digital yang dapat diverifikasi.

“Singapura akan terus mengevaluasi situasi Covid-19 secara holistik di berbagai negara dan wilayah dan menjajaki kemungkinan memulihkan perjalanan udara jika sudah aman,” kata Ong.

“Dan, kami telah melakukannya secara proaktif mengingat pentingnya koneksi global kami,” jelasnya.

CAAS dan IATA juga akan bekerja untuk meningkatkan izin perjalanan IATA, termasuk mengaktifkan pemindaian kode QR oleh petugas imigrasi.

Bandara juga meluncurkan aplikasi Safe Travel Concierge sendiri untuk mempersingkat proses kedatangan.

Grup Bandara Changi menyebutkan layanan pramutamu online ini memungkinkan penumpang memesan tes Covid-19 Polymerase Chain Reaction (PCR) mereka pada saat kedatangan dan memeriksa bahwa mereka telah menyelesaikan semua persyaratan pra-perjalanan di tangan mereka untuk masuk secara aman dan lancar ke Singapura.

Aplikasi ini juga akan menampilkan daftar persyaratan pra-perjalanan yang harus diselesaikan sebelum terbang ke Singapura.(jpg)