batampos.co.id – Pengecekan GeNose direncanakan akan menerapkan sistem online. Prosedurnya masyarakat harus melakukan pendaftaran secara online terlebih dahulu, barulah setelah itu menjalani tes GeNose.

Sistem online diterapkan disebabkan adanya prediksi membeludaknya penumpang yang akan melakukan pengecekan GeNose.

Harga yang murah, cepat dan nyaman menjadi alasan GeNose bakal diminati masyarakat. Penumpang Bandara Hang Nadim yang berangkat setiap harinya diprediksi di kisaran 5 ribuan orang.


Sedangkan kemampuan RSBP Batam melakukan pengecekan Ge-Nose di Bandara Hang Nadim, hanya sekitar 1.500 orang saja.

”Kami rencanakan sistem online nantinya,” kata General Manager BUBU Hang Nadim, Benny Syahroni, Senin (5/4/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Petugas kesehatan memeriksa hasil tes GeNose di Bandara Hang Nadim. Pengecekan GeNose di Bandara Hang Nadim Batam direncanakan akan menerapkan sistem online. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Benny menerangkan, secara kalkulasi, kemampuan tes GeNose tidak dapat ditingkatkan lagi. Kecuali, adanya penambahan jumlah alat GeNose.

”Tapi saat ini hanya ada enam alat, coba saja hitung. Anggap saja setiap pengecekan membutuhkan waktu lima menit, dalam satu jam satu bilik dapat melayani 12 orang. Berarti enam bilik 72 orang, dikalikan jam operasional, tetap tidak bisa melayani semua penumpang,” ucapnya.

Apabila tetap dipaksakan menerima semua penumpang menjalani tes GeNose, juga dapat menimbulkan keramaian. Sehingga meningkatkan potensi pelanggaran protokol kesehatan.

”Bisa kayak pasar jadinya. Makanya kami sedang rancang beberapa opsi, salah satunya itu pemberlakuan pendaftaran online tersebut,” tuturnya.

Benny mengimbau ke masyarakat agar tidak mengandalkan GeNose. Karena syarat untuk naik ke pesawat tidak hanya menggunakan GeNose, tapi juga Antigen dan PCR.(jpg)