batampos.co.id – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri menangkap Much Kamal alias Imam Muda. Dia diduga sebagai penjual air gun kepada penyerang Mabes Polri, Zakiah Aini.

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan, Imam Muda diketahui bukan kali ini saja terjerat persoalan hukum. Dia sebelumnya sudah pernah dihukum atas kasus terorisme.

“Benar, yang bersangkutan eks napiter (narapidana terorisme),” kata Rusdi saat dikonfirmasi, Selasa (6/4).



Kendati demikian, Rusdi tidak merinci ihwal kasus yang mendera Imam Muda. Dia hanya menyebut jika Imam Muda ditangkap pada 2010 silam. “Dia eks napiter Jalin Jantho, Aceh tahun 2010,” jelas Rusdi.

Sebelumnya, suasana mencekam terasa di Mabes Polri, Rabu (31/3). Teroris bernama Zakiah Aini (ZA), 25, melakukan aksi penembakan di dalam kompleks Mabes Polri, tepatnya di pos penjagaan gerbang utama. Posisinya dekat dengan Gedung Utama Mabes Polri yang menjadi ruang kerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono.

Penyerangan itu terjadi sekitar pukul 16.30. Dari video yang beredar, terlihat teroris tersebut berjalan dari arah gerbang belakang Mabes Polri.

Dia membawa amplop atau map berwarna kuning dan tas kecil warna hitam. Lalu, teroris itu mengambil sesuatu dari dalam tas. Diduga senjata laras pendek.

Dia lantas menuju pos penjagaan gerbang utama. Dua anggota polisi terlihat mendekat. Namun, mereka langsung menghindar saat teroris tersebut mengacungkan senjata api. Teroris itu lalu menembak ke beberapa arah sembari berjalan. Tidak berapa lama, dia roboh tergeletak di jalan, dekat pos penjagaan. Tewas tertembus peluru polisi.(jpg)