abtampos.co.id – Dua pekan lagi, Safe Travel Corridor (STC) antara Singapura dan Indonesia akan dibuka, tepatnya pada Rabu (21/4/2021) mendatang.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, optimistis Batam akan siap menerima wisatawan mancanegara (wisman) asal Singapura saat itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, STC akan dibuka hanya di dua lokasi saja, yakni di Nongsa, Batam, dan Lagoi, Bintan.


”Saya yakin bisa, karena bicara lokalisasi saja di Nongsa, misalnya hanya di hotel atau lapangan golf. Apakah bisa tidak mengamankan lokasi itu saja. Katanya (pelaku wisata, red) bisa,” ungkapnya, Senin (5/4/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Selain itu, Rudi meminta agar hotel, resort, dan pelaku wisata lainnya untuk mengkarantina karyawannya di lokasi kerja.

”Baru saya tanya sanggup tidak mengkarantina pekerja agar tidak pulang ke rumah.
Kalau sanggup, maka aman. Kalau tidak sanggup, saya tidak yakin,” paparnya.

Ilustrasi. Kawasan Wisata Nongsa. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

Menurut pria yang juga Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam ini, jika pekerja yang tinggal di luar Nongsa dibiarkan pulang, maka berisiko menularkan Covid-19 ke keluarganya atau pun wisman jika kembali keesokan harinya ke tempat kerja.

”Makanya, kami lagi mencari formulasi untuk mengisolasi mereka itu, karena izin di Batam itu dari saya,” tuturnya.

Terpisah, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Batam, Muhammad Mansur, mengatakan, hampir seluruh pelaku wisata di Nongsa telah divaksin, untuk persiapan menghadapi STC atau yang biasa populer dikenal sebagai travel bubble ini.

”Mereka sudah divaksin semua, termasuk masyarakat tempatan di sekitar Nongsa juga sudah divaksin,” katanya.

Saat ini, pihaknya masih menunggu regulasi atau aturan main yang diperlukan saat pembukaan perbatasan nanti.

”Rencana seperti itu tengah digodok oleh Pemerintah Indonesia dan Singapura. Bagaimana nanti penerapannya, kita tunggu. Tapi yang penting, kita sudah siap,” jelasnya.

Ia hanya berharap agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan (protkes), meski sudah divaksin.

”Percuma saja kalau tidak patuh dengan protkes. Ini penting agar bisa jadi contoh bagi masyarakat lain. Boleh berkumpul, asal pakai masker dan jaga jarak. Supaya STC ini
maksimal, seluruh masyarakat harus mendukung program pemerintah,” terangnya.(jpg)