batampos.co.id – Memasuki bulan April 2021, tekanan inflasi di PRovinsi Kepri diperkirakan kembali meningkat seiring dengan periode Ramadan yang akan dimulai pada minggu kedua April 2021.

Wakil Ketua Tim Pengendali inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kepri, Musni Hardi K Atmaja, mengatakan, ada beberapa risiko inflasi yang perlu diwaspadai pada masa Ramadhan hingga Idul Fitri pada Mei 2021.

“Antara lain peningkatan harga tiket angkutan udara, peningkatan harga daging dan telur ayam, potensi peningkatan curah hujan di bulan April 2021 yang dapat mengganggu produksi sayur-sayuran,” ujarnya melalui pernyataan tertulis, Selasa (6/4/2021).


Sehubungan dengan hal tersebut, lanjutnya, upaya pengendalian inflasi oleh TPID menyambut Ramadan 2021 akan difokuskan untuk menjaga kelancaran distribusi dan ketersediaan pasokan.

Caranya dengan memprioritaskan arus bongkar muat bahan pokok di pelabuhan dan mempersiapkan operasi pasar dalam hal terjadi lonjakan harga secara signifikan.

“Selain itu, upaya untuk mendorong pemasaran bahan pangan secara online dan pembayaran secara digital (QRIS) tetap dilakukan guna mengurangi risiko penularan Covid-19,” jelasnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri tersebut mengatakan, dalam jangka menengah dan panjang, TPID akan terus mendorong peningkatan kapasitas produksi pangan lokal.

Serta melakukan kerja sama antar daerah untuk menjamin kelancaran dan ketersediaan pasokan khususnya bahan makanan, baik dengan daerah sentra produsen di dalam Provinsi Kepri maupun yang berada di luar wilayah Provinsi Kepri.(esa)