batampos.co.id – Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang berencana akan menerapkan penggunaan GeNose sebagai syarat perjalanan penerbangan pada awal Mei 2021 mendatang.

Eksekutif General Manager (EGM) Bandara RHF Tanjungpinang, Bravian Bembang Y mengatakan saat ini pihaknya sedang mempersiapkan penggunaan GeNose di Bandara RHF Tanjungpinang. Pihaknya masih masih menunggu alokasi GeNose dari kantor pusat.

”Kami masih menunggu alokasi GeNose dari kantor pusat,” kata Bravian kepada Harian Batam Pos, Selasa (6/4).


Dijelaskan Bravian, rencana penerapan pada awal Mei 2021 mendatang baru sekadar asumsi atau rencana awal, bisa saja jadwal tersebut berubah lebih cepat atau lebih lama.

Sementara saat ditanya apakah calon penumpang masih harus mempersiapkan surat keterangan negatif atas pemeriksaan rapid test antigen atau polymerase chain reaction (PCR)? Bravian menyebutkan surat tersebut masih berlaku.

”Sesuai surat edaran (SE) gugus tugas hasil antigen atau PCR masih berlaku,” terangnya.

Sementara terkait harga, kata Bravian pihaknya belum menentukan, namun jika berpedoman pada bandara yang sudah menerapkan GeNose seperti Palembang dan Bandung harga yang dikenakan kepada calon penumpang sebesar Rp 40 ribu.

”Untuk biaya kami belum mendapatkan informasi untuk Bandara RHF,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Tanjungpinang, Agus Jamaludin mengatakan bila GeNose diterapkan di Bandara RHF maka pelaku perjalanan bisa menunjukan salah satu diantara hasil negatif PCR, rapid tes antigen atau GeNose.

”KKP akan memvalidasi seperti saat ini. Jadi cukup salah satu saja, penumpang bisa melanjutkan perjalanan,” tambahnya.(*/jpg)