batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengharapkan dengan dilaksanakannya Musrenbang Kabupaten Lingga selain menghasilkan dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), juga melahirkan rancangan Perda-Perda Investasi demi upaya pemulihan ekonomi dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Saya juga mengharapkan di dalam perda-perda tersebut nantinya akan berisi poin-poin relaksasi kepada para investor dengan prinsip ‘ada gula ada semut’. Relaksasi tersebut dapat berupa relaksasi fiskal maupun kemudahan proses-proses perizinan yang harus cepat dan transparan” kata Gubernur Ansar saat memberikan sambutan pada Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kabupaten Lingga di Balai Agung Negeri Bunda Tanah melayu (Aula Kantor Bupati Lingga), Selasa (6/4).

“Contohnya sesuai pemaparan Bapak Abdul Wahab (GGM PT BRC, red) sebelumnya dengan rencana berlabuhnya cruise ship di Kabupaten Lingga jika ada yang ingin membangun kawasan perhotelan, maka mungkin bisa diberikan relaksasi pajak selama 2 tahun awal pembukaan,” lanjut Gubernur Ansar.


Kemudian Gubernur Ansar juga menyampaikan apresiasi dan rasa bangga karena dari infografis perkembangan Covid-19 di Kepulauan Riau, Kabupaten Lingga menjadi 1 dari 3 Kabupaten yang masuk ke zona hijau dengan penambahan 0 kasus positif baru bersama Natuna dan Anambas.

“Satgas Covid-19 Provinsi Kepri akan bekerja keras menghentikan pandemi ini karena sangat mengganggu sendi-sendi kehidupan. Maka saya mengajak semua tetap harus mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan dengan sungguh-sungguh walau Kabupaten Lingga sudah masuk ke zona hijau” tegasnya.

Gubernur Ansar Ahmad beserta rombongan tiba di Dermaga Sungai Tenam disambut langsung Bupati Lingga Muhammad Nizar beserta jajaran Forkopimda Kab. Lingga. (Foto:HumasPemprov)

Selanjutnya Gubernur Ansar memaparkan konstruksi berpikir terkait hasil pelaksanaan musrenbang dengan referensi untuk menentukan kebijakan ke depan adalah menyangkut 2 hal makro.

“Yang pertama adalah pengendalian covid-19 dan pemulihan ekonomi di Kabupaten Lingga. Karena pandemi covid-19 ini memang mendegradasi semua angka-angka indikator ekonomi, salah satunya pertumbuhan ekomomi. Yang kedua berkomunikasi dengan para Kepala Balai Kementerian PUPR yang sengaja saya ajak ke sini karena merupakan perpanjangan tangan dari kementerian pusat agar potensi proyek major nasional dapat dilaksanakan di Kabupaten Lingga,” tutupnya.

Bupati Lingga Muhammad Nizar dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Musrenbang ini merupakan bagian dari tahapan pemerintah daerah dalam menetapkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) untuk mensinkronkan dari level desa sampai nasional.

“Saya harap kehadiran Bapak Gubernur Ansar dapat memberikan semangat kepada semuanya, dan dapat bersungguh-sungguh melaksanakan tahapan ini dengan profesional” ungkapnya.

Bupati Nizar juga menyambut baik rencana berlabuhnya kapal pesiar dari singapura dengan modal awal yaitu zona hijau di wilayah Kabupaten Lingga sudah dicapai.

“Saya beberapa hari belakangan sudah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan mengenai langkah persiapan. Dari hasil diskusi kami akan mengajukan 5 titik labuh jangkar cruise ship tersebut yaitu di Pulau Benan, Sekeling, Penuba Selayar, Belakang Mepar, dan Pulau Berhala. Intinya Pemkab Lingga siap menyambut itu,” kata Bupati Nizar.

Pada acara tersebut juga diberikan kesempatan kepada Group General Manager PT BRC Abdul Wahab untuk memaparkan potensi kerjasama pariwisata antara pihaknya dengan pulau-pulau di Kabupaten/Kota di Kepulauan Riau.

“Kami mengharapkan atas arahan Gubernur Ansar PT BRC dapat bekerja sama dengan Pemkab Lingga. Sebelumnya kami telah bekerja sama dengan Pemka Bintan dalam bidang pariwisata bahari. Kami ingin menyatukan pariwisata Singapore, Batam, Bintan, dan ke depannya dengan Kabupaten Lingga diawali dengan berlabuhnya cruise ship dari Royal Carribean dan Dream Cruise” ungkapnya.(*/uma)