batampos.co.id – Sementara itu, Rusunawa Badan Pengusahaan (BP) dan Pemko Batam di Tanjunguncang masih menampung 175 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru pulang dari Malaysia dan Singapura.

Para PMI dikarantina sementara waktu demi memastikan kesehatan mereka. Jika ada yang terpapar Covid-19 maka harus melalui proses perawatan hingga sembuh dulu sebelum kembali ke daerah asal masing-masing.

Saat ini kesehatan fisik para pekerja migran tersebut dalam kondisi baik. Mereka masih
dikarantina sebab masih menunggu hasil swab untuk memastikan apakah bebas atau terpapar dari Covid-19.


Personel Tagana dan satpol PP berjaga di Rusunawa BP Batam, Tanjunguncang. Di lokasi tersebut menjadi lokasi isolasi bagi warga Batam suspect corona. Foto diambil beberapa waktu lalu. Foto: Eusebius Sara/batampos.co.id

“Secara umum sehat semua mereka, cuma untuk Covid-19 ini kita masih menunggu hasil swab,” ujar dr Anggitha Ambara, petugas medis yang mengontrol kesehatan para PMI tersebut, Rabu (7/4/2021) seperti yang diberitakan di Harian Batam Pos.

Selama sebulan terakhir ini sudah di atas 500 orang dan PMI yang menjalani proses
karantina di dua rusunawa tersebut.

Sebagian besar sudah diperkenankan kembali ke kampung halaman karena hasil swab negatif. Mereka yang masih dikarantina saat ini yang baru pulang dalam sepekan belakangan ini.(jpg)