batampos.co.id – Pemerintah mengizinkan pelaksanaan salat tarawih selama Ramadan dan salat Ied saat Idul Fitri 1442 H secara berjamaah. Hal ini pun mendapat dukungan dari Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla, akan tetapi pelaksanaan tersebut tetap harus melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

“Saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah khususnya Pak Menko atas izin untuk melaksanakan ibadah Ramadan. Yang jelas, berbeda dengan tahun lalu, tahun ini alhamdulillah kita sudah bikin edaran agar betul-betul dilaksanakan secara ketat,” ujar Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 itu, Kamis (8/4).

Selain protokol kesehatan ketat, juga perlu pengawasan terutama dari sisi kebersihan masjid demi menjaga kesehatan bersama. Oleh karena itu, penjaga masjid atau marbot harus bisa memastikan dan mengawasi pelaksanaan ibadah salat tarawih dan salat Idul Fitri.


“Kita juga sudah bicarakan bahwa masjid siap menjadi pusat vaksinasi untuk seluruh Indonesia. Sekali lagi kami juga berterima kasih karena pemerintah sudah mengizinkan salat tarawih dan salat Ied di masjid,” imbuhnya.

Dalam pertemuan dengan Jusuf Kalla ini, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan, pemerintah akan terus melakukan sosialisasi terkait pelaksanaan salat tarawih dan salat Idul Fitri.

Dalam hal ini, yang dinilai paling penting adalah kesadaran masyarakat untuk tetap patuh menjalankan protokol kesehatan yang ketat selama beribadah. “Maka itu saya bersilaturahmi kepada Bapak Jusuf Kalla untuk berkonsultasi sekaligus koordinasi pelaksanaan ibadah salat tarawih dan salat Idul Fitri dan kegiatan-kegiatan yang lain selama Ramadan. Dalam hal ini karena beliau Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia dan Ketua Umum Palang Merah Indonesia,” ungkap Muhadjir.

Ia pun berharap dengan berkonsultasi bersama JK, berbagai masalah yang mungkin muncul dengan diizinkannya salat tarawih dan juga salat Idul Fitri di masjid dan lapangan akan dapat diantisipasi dan ditangani secara lebih baik dan penuh kesiapan.(jpg)