batampos.co.id – Rapat daring Gubernur Kepri, Ansar Ahmad bersama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), berbuah manis. Provinsi Kepri kembali mendapatkan 41 BTS yang akan dibangun oleh operator selular (Opsel).

Taksiran total anggaran pembangunan BTS yang masuk di Kepri sekitar Rp76 miliar yang berasal dari Anggaran Bakti Rp35 miliar dan dari Opsel sekitar Rp41 miliar.

“Sebelumnya setelah pertemuan Gubernur dengan Menteri Kominfo, Kepri mendapatkan jatah 35 BTS di empat kabupaten. Sehari setelahnya, Gubernur kembali menggelar rapat daring bersama Dirut BAKTI dan Kepri kembali mendapatkan 41 BTS diluar yang 35 BTS sebelumnya,” ujar Kadis Kominfo Kepri, Zulhendri, Kamis (8/4/2021).


Ia menjelaskan, di 35 titik tersebut merupakan BTS non regular atau non komersial, yang dibangun dengan anggaran pemerintah.

BTS non regular lanjutnya tersebar di lima titik. yakni di Bintan, satu titik di Karimun, 12 titik di Anambas dan 17 titik di Natuna.

Menteri Kominfo , Johnny G. Plate, memberikan cenderamata kepada Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. Tahun ini di Provinsi Kepri akan dibangun 76 BTS yang diharaokan dapat berdampak pada sektor positif pendidikan, pariwisata, ekonomi dan juga meningkatkan pelayanan pemerintah di bidang e-government. Foto: Dokumentasi Kominfo Kepri

Sedangkan 41 titik lainnya adalah BTS regular atau komersial, yang dibangun dan disediakan oleh operator selular yang berada dibawah koordinasi dan urusan Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos Informatika (SDPPI) Kemenkominfo RI.

Yaitu masing-masing satu titik di Bintan, Karimun dan Batam. Serta 28 titik di Lingga dan 10 titik di Natuna.

“Jadi Kepri mendapat 41 tambahan BTS lagi, yang dibangun oleh operator selular. Karena dipandang daerah-daerah itu sudah cukup menghasilkan, sehingga bisa dibangun BTS komersil,” tambah Zulhendri.

Dengan penambahan tersebut, total ada 76 titik BTS yang akan dibangun di seluruh Kepri pada 2021 dan 2022 mendatang.

Adapun paket pekerjaan dari BAKTI terdiri dari empat komponen. Yaitu menara (tower), BTS broadband 4G, seperangkat listrik tenaga surya serta bandwidth berkisar 8-10 Mbps.

“Artinya anggaran pusat pada sektor Kominfo yang dikuncurkan melalui program kegiatan Akselerasi/Percepatan Aksebilitas Layanan Telekomunikasi dan Informasi di Provinsi Kepri baik yang berasal dari Aggaran Bakti maupu Opsel, maka total berkisar Rp76 miliar,” tambah Zulhendri.

Diharapkan penambahan jumlah BTS di Kepri ini akan berdampak pada banyak sektor. Baik sektor pendidikan, pariwisata, ekonomi dan juga meningkatkan pelayanan pemerintah di bidang e-government.(*/esa)