batampos.co.id – Pembukaan Batam dan Bintan untuk wisatawan Singapura tidak berjalan sesuai rencana. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepri, Buralimar, menyampaikan pembukaan Batam dan Bintan untuk kunjungan wisman asal Singapura, diundur pada 7 Mei mendatang.

Pembukaan batas negara dalam kebijakan Safe Travel Corridor (STC) yang digagas Pemerintah Indonesia dan Singapura ini, awalnya akan dibuka mulai 21 April mendatang.

”Rencana awal kita memang 21 April, namun kemungkinan tertunda menjadi 7 Mei,” ujar Buralimar, Rabu (7/4).


Ia melanjutkan, ia belum mengetahui pasti alasan penundaan pembukaan wisman asal Singapura tersebut. Karena, sampai saat ini masih dilakukan pembahasan antara Pemerintah Indonesia dan Singapura. Meski demikian, ia memastikan penundaan itu bukan akibat dari meningkatnya jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

”Itu tidak jadi pertimbangan sebenarnya, karena itu insidentil. Mudah-mudahan nanti di akhir April, pembukaan nanti di Lagoi dulu,” katanya.

Sementara, untuk persiapan Lagoi dalam menerima wisman, Buralimar memastikan sudah 100 persen. Mulai dari penerapan protokol kesehatan (protkes), vaksinasi, alat PCR (polymerase chain reaction), hingga menyiapkan alat tes GeNose C-19 sebanyak 8 unit.

Sementara itu, untuk persiapan Nongsa sebagai pintu masuk penerimaan wisman dari Singapura, Nongsa masih melakukan berbagai penyempurnaan yang difokuskan di Nongsa Point Marina. ”Jadi, kita tunggu saja, diperkirakan tanggal 7 Mei,” ujar Buralimar. (*/jpg)