batampos.co.id – Presiden Joko Widodo bertolak ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk melakukan kunjungan kerja sekaligus memastikan penanganan dampak bencana berjalan dengan baik. Rencananya Presiden akan meninjau langsung sejumlah lokasi bencana di provinsi tersebut.

Dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1, presiden dan rombongan lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (9/4) sekitar pukul 06.00 WIB dan dijadwalkan mendarat di Bandara Frans Seda, Kabupaten Sikka, NTT.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo telah memerintahkan jajarannya untuk mengirimkan bantuan sembako ke daerah terdampak bencana di NTT sejak Senin (5/4).


”Presiden memerintahkan sekretaris pribadi (sespri) untuk mengirimkan sembako ke daerah terdampak bencana di NTT,” kata Sekretaris Presiden Anggit Nugroho seperti dilansir dari Antara dalam keterangan di Jakarta, Kamis (8/4).

Anggit menambahkan, mengingat situasi dan medan yang masih sulit pascabencana, pihaknya berkoordinasi dengan Panglima TNI untuk penyediaan transportasi pengangkut bantuan presiden. Pada Selasa (6/4), bantuan presiden tahap pertama sejumlah 5.000 paket sembako diberangkatkan. Sebagian diangkut menggunakan pesawat Hercules TNI AU dan sisanya dengan Kapal Perang TNI AL menuju daerah bencana.

”Informasi dari tim lapangan, 3.500 paket sembako telah tiba di Adonara dan Lembata. Bantuan langsung dibagikan ke warga terdampak bencana. Sejumlah 10.000 sembako bantuan Presiden berikutnya segera disusulkan menunggu kesiapan alat transportasi,” terang Anggit.

Selain NTT, presiden juga mengirimkan bantuan 13.000 paket sembako ke daerah terdampak bencana di Kabupaten Bima Provinsi NTB.

Kota Kupang dan 21 kabupaten di Provinsi NTT dilanda sejumlah bencana akibat dari Siklon Tropis Seroja sejak 2 sampai 5 April. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat telah menetapkan status tanggap darurat terhitung mulai 6 April sampai 5 Mei.

BMKG menyatakan cuaca ekstrem dampak Siklon Tropis Seroja masih berpotensi terjadi di kawasan NTT dalam beberapa hari ke depan. Siklon tropis itu berdampak di delapan wilayah administrasi kabupaten dan kota, antara lain Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Sumba Barat, Sumba Timur, Rote Ndao, dan Alor.(jpg)